Senin, 05 Agustus 2013

Kitab Henokh Ungkap Peradaban Lemuria Zaman Idris

Potongan Buku Henokh atau sebagian sejarawan menyebutnya kitab Henokh yang ditemukan akhirnya sedikit demi sedikit bisa menjawab keberadaan benua yang hilang, peradaban Lemuria yang menjadi wilayah maju dan sombong hingga Tuhan harus menenggelamkannya kedalam Samudera Pasifik.
Fallen Angels and the Origins of Evil‘ karya Elizabeth Clare, setidaknya menjelaskan secara rinci tentang asal usul Benua Lemuria, Atlantis,  dan Dunia Bawah dengan menerjemahkan Kitab Henokh dan Alkitab yang ada saat ini. Ada juga sumber lain yang diperoleh dari seorang penulis Arab di abad pertengahan, Al Masoudi. Mungkin, artikel kali ini terdengar seperti sebuah ‘keyakinan’ tapi nantinya lebih mendekati ‘mitos’ yang terdengar seperti ‘kenyataan’.

Kitab Henokh, Kunci Misteri Peradaban Awal

Ahli Alkitab dan beberapa arkeolog menganggap kisah Henokh (Enoch) berada di Timur Tengah, ada kemungkinan Henokh (ataupun Idris) hidup di peradaban kuno Lemuria ataupun Atlantis. Henokh adalah generasi ke-7 keturunan Adam, hidup di Taman Eden yang terletak di Lemuria (Mu) Samudera Pasifik. Benua Lemuria yang menghilang 250.000 tahun lalu akibat ledakan gas di bawah benua. Pada tahun 2004, beberapa studi ilmiah independen telah mengkonfirmasi ledakan ini. Salah satu ilmuwan benar-benar mengatakan ada ledakan saat ini. Yang lainnya mengatakan ada bencana lain yang didasarkan adanya penurunan oksigen dalam jumlah besar di planet bumi.
Henokh diperkirakan lebih dekat dengan generasi Nabi Nuh yang mungkin menempatkan dirinya di wilayah yang sama dengan Nuh. Secara umum diakui oleh para ilmuwan dan mereka yang akrab dengan sejarah esoterik bumi, bahwa banjir terjadi sekitar 12.000 tahun yang lalu. Banyak yang percaya bahtera itu mendarat di timur tengah, tapi bukan berarti bahwa Atlantis dekat dengan Mediterrenean. Sebagian arkeolog menempatkan Atlantis dekat dengan Yunani tetapi tidak semua, mereka tidak dibatasi ortodoksi seperti John Anthony West, Robert Shoch, Graham Hancock, Robert Bauval, Michael Cremo dan ilmuwan lain yang mengetahui bahwa sejarah Mesir kuno dan legenda Atlantis sangat jauh berbeda.
Plato menulis bahwa benua Atlantis berada di luar Pilar Hercules, ilmuwan masih belum memberikan gambaran peradaban kuno yang mampu membangun piramida Mesir dengan batu dan saat ini manusia tidak sanggup membangunnya. Selama ini, Gereja Katolik menolak Plato dan mendukung Aristoteles karena Plato lebih bersifat mistis. Mistisisme menyiratkan bahwa individu memiliki kemampuan untuk memasuki arus Ilahi atau memiliki hubungan langsung dengan Tuhan. Hal ini tentu saja dianggap ‘laknat’ oleh Gereja Katolik yang tergerus kekuasaan dan otoritas.
Dalam penerjemahan secara Islami, naskah Aristoteles yang diterjemahkan Roger Bacon perlahan mulai terungkap. Tapi polemik dan perbedaan pendapat terjadi, Roger Bacon adalah seorang alkemis yang dianggap mistik dan hal itu lebih selaras dengan filosofis Plato.
Literatur esoteris dan metafisik selama lebih dari 120 tahun terakhir menyatakan bahwa Atlantis berada di tengah Samudra Atlantik. A Dweller on Two Planets (1, 2) karya Phylos, adalah buku yang menceritakan tentang Atlantis dan diterbitkan sekitar waktu yang sama. Edgar Cayce tidak hanya menggambarkan Atlantis tapi juga mengatakan bukti akan ditemukan sekitar Bimini. Tradisi esoterik lainnya seperti ‘The Bridge to Freedom and The Summit Lighthouse‘ telah memberikan gambaran yang dimulai dari tradisi-tradisi yang tersisa. Taylor Caldwell diusia 12 tahun menulis tentang legenda peradaban kuno di benua Atlantik dalam buku ‘The Romance of Atlantis’. Dalam bukunya menyatakan tentang kejatuhan dan penurunan moral serta spiritual. Pada puncaknya mengalami bencana banjir besar seperti yang diceritakah cucu Henokh (Nuh) dalam Alkitab.

Keturunan Adam Mendirikan Peradaban Lemuria

Berkembangnya manusia di Bumi melalui beberapa tahap yang akhirnya mendirikan peradaban kuno yang dibentuk anak-anak Adam. Keturunan Adam sebagian besar sejarahnya hampir tidak bisa ditelusuri. Bumi tenggelam hingga ke level paling rendah dan ketika itu kesadaran spiritual padam. Adam dan Hawa hidup di muka bumi dengan berbagai perkembangan yang kurang maju. Ketika Cain (Qabil) membunuh Habel (keturunan Adam yang saling membunuh), dia diusir untuk mencari istri dari keturunan lain, Cain pergi ke daratan Lemuria untuk menemukan pasangan.
Adam dan Hawa bukan makhluk pertama di Bumi, mereka memiliki tetangga meskipun jauh. Misteri yang melahirkan keturunan Cain dan berkembang di Lemuria, keturunan yang kehilangan moral dan spritual hingga Tuhan memberikan bencana besar.
Beberapa sejarawan memiliki anggapan berbeda dalam konsep penerjemahan Adam dan Hawa sebagai manusia yang pertama kali diciptakan Tuhan. Adam lebih berkaitan dengan Roh yang pertama kali diciptakan, kemudian mereka ditemani oleh banyak ‘pasangan’ yang juga hidup di planet bumi. Logikanya, ketika Cain diusir dari lingkaran Adam, bagaimana dia bisa mendapatkan pasangan? Yang menjadi pertanyaan, apakah fisik pasangannya sama seperti Hawa?

Kitab Henokh Menceritakan Kehancuran Lemuria Dan Atlantis

Kitab Henokh memiliki banyak misteri yang bisa mengungkap keberadaan peradaban kuno Lemuria dan Atlantis. Berikut beberapa isi kitab Henokh yang diterjemahkan Elizabeth Clare.
enoch scroll, kitab enoch
Kitab Henokh berbicara tentang alam yang tidak jelas di mana sejarah dan mitologi saling tumpang tindih, serta huruf-huruf rahasia tak terduga tentang pengetahuan kuno. Ketika para malaikat surgawi dan pemimpin mereka bernama Samyaza mengembangkan nafsu tak terpuaskan atas ‘anak perempuan dari manusia’ di bumi dan keinginan tak tertahankan untuk melahirkan anak dengan wanita-wanita ini. Samyaza takut untuk turun sendiri, maka dia meyakinkan 200 malaikat yang disebut ‘Penjaga’ untuk menemaninya dalam misi kenikmatan. Kemudian para malaikat mengambil sumpah dan terikat diri melalui ‘kutukan bersama’. Para malaikat turun dan mengambil istri di antara anak perempuan manusia. Mereka mengajarkan sihir kepada wanita, mantra, dan ramalan versi rahasia surga.
Para wanita itu mengandung anak dari para malaikat, raksasa-raksasa jahat. Raksasa yang melahap semua makanan manusia di bumi, mereka membunuh dan memakan burung, reptil, dan ikan. Tidak ada yang sakral, tak lama kemudian Homo Sapiens menjadi hidangan mewah (7:1-15). Azazyel menciptakan perlengkapan tidak wajar untuk istrinya seperti riasan mata dan gelang mewah untuk meningkatkan daya tarik seks. Sedangkan untuk pria, Azazyel mengajarkan mereka ‘setiap jenis kejahatan’ termasuk sarana untuk membuat pedang, pisau, perisai, pakaian perang dan semua peralatan perang (8:1-9).
Ketika manusia di bumi berseru menentang kekejaman ditimpakan pada mereka, Surga mendengar permohonan manusia. Para malaikat perkasa Mikail, Jibril, Raphael (Israfil), Suryal, dan Uriel banding atas nama manusia di hadapan Yang Mahatinggi, Raja segala raja (9:1-14). Tuhan memerintahkan Raphael untuk mengikat tangan dan kaki Azazyel. Jibril dikirim untuk menghancurkan anak-anak hasil perzinahan, keturunan dari para Penjaga. Mikail kemudian mengikat Samyaza dan keturunannya yang jahat selama 70 generasi di dunia bawah (bumi), bahkan sampai hari penghakiman. Dan Tuhan mengirimkan Banjir Besar untuk melenyapkan raksasa jahat, anak-anak dari para Penjaga.
Disini dijelaskan bahwa peradaban Lemuria dan Atlantis yang diyakini pengikut NAZI dan segala bentuk organisasi Rosicrucian, mereka meyakini Taman Eden di benua yang hilang, meyakini dunia bawah (yang diceritakan sebagai tempat ‘pengurungan’ Samyaza), adalah bangsa yang menginginkan pemusnahan masal terhadap manusia sebagai pembalasan ‘nenek moyang’ mereka yang terbuang.
Tapi penerjemahan naskah ini masih menjadi misteri, bagaimana mungkin kitab Henokh bisa menjelaskan tentang Banjir Besar, sementara bencana itu terjadi di masa Nabi Nuh? Dalam Alkitab, Henokh ataupun Idris diangkat ke langit dan mungkin saja Kitab Henokh ditulis kembali sesudah bencana banjir besar.

Peradaban Maju, Asal Usul Pembangunan Piramida Mesir

Dalam narasi yang ditemukan, Henokh (Idris) melihat visi masa depan tentang zaman nabi Nuh. Seorang penulis Arab dari abad ke-10 AD bernama Al Masoudi menulis sebuah catatan sejarah berjudul ‘Fields of Gold-Mines Of Gems‘. Di dalamnya, Masoudi menceritakan kisah Raja Saurid Ibnu Salhouk, seorang penguasa Mesir yang hidup 300 tahun sebelum banjir.
Saat bumi itu sedikit lebih muda, Saurid Ibnu Salhouk, tidurnya terus-menerus terganggu oleh mimpi buruk yang mengerikan. Dia melihat bahwa ‘seluruh bumi diserahkan’ beserta penghuninya. Dia melihat pria dan wanita jatuh di atas mereka dan ‘bintang jatuh ke bawah dengan suara mengerikan’. Akibatnya ‘mengambil’ semua manusia yang hidup dimasa itu. Setelah satu malam lebih mimpi itu terus berlanjut, ia memanggil para imam yang datang dari semua provinsi di Mesir kuno. Tidak kurang dari 130 imam berdiri di depannya, salah satu pemimpin mereka mempelajari dan mencoba menafsirkan mimpi itu.
Masing-masing imam berkonsultasi dengan mempelajari ketinggian bintang di angkasa. Mereka mengatakan kepada raja bahwa mimpi buruknya mengisyaratkan bahwa banjir besar akan menutupi bumi. Kemudian api besar akan datang dari arah konstelasi bintang Leo. Mereka meyakinkan bahwa setelah bencana ini ‘dunia akan kembali ke awal’.
“Apakah akan datang ke negara kami” tanya raja, dan mereka menjawab dengan jujur. “Ya, dan itu akan menghancurkannya?”
Setelah menerima nasib masa depan kerajaannya, Saurid memutuskan untuk membangun tiga piramida Mesir yang menakjubkan serta lemari besi yang sangat kuat. Semua itu harus diisi dengan ‘pengetahuan tentang ilmu rahasia’ termasuk semua ilmu astronomi, matematika dan geometri yang telah mereka pelajari. Semua pengetahuan ini akan tetap tersembunyi, dan suatu hari akan datang seseorang yang membuka tempat-tempat rahasia itu.
Tulisan Al Masoudi masih menjadi misteri, apakah Idris (Henokh) menjadi pemimpin para imam yang meramalkan kehancuran bumi? Etimologi menyebutkan bahwa Idris seorang yang pintar, penemu tulisan dan alat tulis, dan ahli astronomi (perbintangan). Dia juga pernah disebut sebagai Singa dari segala singa karena keberanian dan kegagahannya.
Masih banyak rahasia Buku Henokh yang belum terselesaikan, misteri-misteri peradaban kuno mungkin akan terjawab melallui naskah kuno dan alkitab yang ada saat ini. Di lain waktu, kita akan membahas masalah makhluk asing atau alien yang diyakini (juga disinggung dalam kitab Henokh) muncul di zaman nabi Idris, apakah Henokh berhasil dalam rekayasa genetik?

Kanibalisme, Benarkah Terjadi Dalam Perang Salib?

Benarkah praktek kanibalisme pernah terjadi dalam Perang Salib? Atau ini hanya sebuah taktik dan strategi dalam perang psikologis, antisipasi perang berikutnya.
Sejak dahulu hingga sekarang, kanibalisme masih tetap ditemukan disebagian daerah terpencil, bahkan di negara maju sekalipun praktek mengkonsumsi tubuh manusia masih terus dijalankan. Diabad ke-2 Masehi, budaya Yunani merekomendasikan darah manusia sebagai bagian dari obat ampuh, dan hal ini terus dilakukan hingga abad ke-20.
Pada abad ke-16, Kanibalisme bukan hanya menghiasi cerita-cerita klasik mental Eropa, tetapi mayat merupakan obat ampuh setiap hari yang dikirim orang-orang Spanyol ke Inggris. Bubuk mumi diimpor dari Mesir dan dicampur kedalam resep obat penyakit tertentu, pada kasus ini obat atau penawar penyakit belum ditemukan. Tetapi lama kelamaan praktek ini diperluas dengan adanya penyediaan daging, kulit, tulang, darah, lemak dan urin dari mayat. Potongan-potongan ini biasanya diperoleh dari mayat penjahat yang dihukum mati, ataupun digali dari kuburannya secara ilegal.
Sejak saat itu, Kanibal masuk kedalam sastra Inggris yang diambil dari kata Spanyol ‘Canibales‘, kata-kata yang sama digunakan Cristopher Colombus dalam catatan harian perjalanannya untuk menggambarkan penduduk asli pulau Karibia, dimana mereka diceritakan sebagai pemakan manusia.

Praktek Kanibalisme Dalam Perang Salib

Bukti yang ditemukan di Eropa, bukti fosil tertua tentang adanya praktek kanibalisme, dan ini pernah diungkapkan dalam artikel Science tahun 1999, ahli paleontologi Prancis menyatakan bahwa tulang belulang Neanderthal berusia 100,000 tahun yang ditemukan pada sebuah gua Moula-Guercy (Prancis) telah dirusak kaum Neanderthal lainnya untuk mengekstrak sumsum dan otak. Selain itu juga ditemukan tanda adanya rahang bawah dan tulang paha, diprediksi bahwa lidah dan daging paha dikonsumsi mereka.
Kanibalisme yang terjadi di Moula-Guercy bukanlah insiden yang terisolasi pada zaman prasejarah. Seperti yang kita lihat dalam beberapa dekade terakhir, banyak peneliti membuktikan bahwa Neanderthal terus menerus saling membunuh untuk dikonsumsi hingga spesis mereka menghilang. Bahkan penemuan di gua El Sidron (Spanyol) telah ditemukan fosil keluarga besar terdiri dari 12 individu yang telah terpotong-potong, dikuliti dan kemudian dimakan oleh spesis yang sama (Neanderthal) sekitar 50,000 tahun yang lalu.
Kanibalisme sudah ada jauh sebelum priode Homo Sapiens, dimana mereka juga terlibat praktek kanibalisme. Tetapi tanggapan ini masih menjadi perdebatan meskipun sangat jelas bahwa mereka melakukan praktek kanibalisme. Bukti-bukti yang ditemukan tampaknya masih kurang, dan praktek kanibalisme mungkin terjadi di komunitas awal manusia pemburu dan pengumpul, meskipun dalam peneitian lain menemukan tulang rahang Neanderthal yang mungkin dibantai oleh manusia purba.
manusia kanibal, kanibalisme
Banyak referensi tindakan kanibalisme tertuang diberbagai catatan sejarah dan keagamaan, contohnya catatan memasak daging manusia yang dijual di pasar Inggris pada abad pertengahan, abad ke-11 ketika terjadi bencana kelaparan. Praktek kanibalisme yang nyata bisa dilihat dalam sejarah dunia berlangsung selama Perang Salib yang dilakukan tentara Eropa.
Beberapa alur cerita pertama kali menyebutkan praktek kanibalisme pada tahun 1098 setelah pengepungan dan penaklukan Ma’arra dikota Suriah, tentara Kristen memakan daging Muslim setempat.
Tetapi fakta kebenaran tidak jelas, beberapa penulis sejarah menyatakan bahwa mayat-mayat muslim tersebut diam-diam dikonsumsi untuk menghindari kelaparan dan tanpa otorisasi dari pimpinan militer. Ada juga pendapat lain yang membuktikan bahwa kanibalisme Perang Salib dilakukan dengan persetujuan rahasia dari atasan militer yang ingin menggunakan cerita adanya tindakan barbar. Hal ini semata-mata sebagai taktik untuk menakut-nakuti sekaligus strategi psikologis dalam pertempuran Perang Salib selanjutnya.
Setelah Perang Salib, masyarakat Eropa merasa tidak nyaman dengan praktek kanibalisme yang terjadi di Ma’arra. Kanibalisme yang terjadi di Ma’arra dianggap tidak sesuai dengan citra Eropa. Di abad pertengahan, musuh non militer (pemuka agama) biasanya digambarkan sebagai kanibal atau raksasa, penyihir, Yahudi, dan orang-orang kafir yang dibayangkan haruslah kanibal.
Jadi, dalam penggambaran Kristen Eropa di abad pertengahan (abad ke-12), Kanibalisme sebenarnya tidak bisa diartikan seperti pemikiran sebenarnya, tidak terlepas daripada taktik dan strategi perang psikologis.

Jumat, 24 Mei 2013

Kejadian Aneh, Korban Tewas Tak Masuk Sekolah Tapi Terlihat Di Sekolah

Kejadian Aneh

Gara-gara telepon seluler (ponsel), empat warga yang berasal dari satu keluarga (ayah, dua anak, dan paman), tewas dalam sumur.

Peristiwa terjadi di Dusun Fatuatis, Desa Leosama, Kecamatan Kakulukmesak, Jumat (11/1/2013) sekitar pukul 12.45 WITA. Para korban adalah Nikodemus Leto Bau (42/ayah), Adriana Ili Mau (anak, siswa SD), Adrianus Tae Mali (anak, siswa SMP), dan Theodorus Subani (paman kandung para korban).
Kejadian Aneh Ponsel Maut "Korban Tak Masuk Sekolah Tapi Terlihat Di Sekolah"

Kejadian ini bermula ketika Adriana Ili Mau ke sumur di belakang rumah, hendak menimbah air.
Saat itu Adriana membawa sebuah ponsel. Rupanya, Adriana meletakkan ponsel di bibir sumur, sehingga jatuh ke dasar sumur. Adriana mencoba masuk ke dalam sumur berkedalaman sembilan meter, namun nahas menimpanya, ia tewas di dasar sumur.
Sang ayah, Nikodemus Leto Bau, menyangka Adriana jatuh ke dalam sumur, ia pun menyusul menolongnya. Nikodemus pun masuk ke dalam sumur, dan langsung tewas.

Anak bungsu korban berusia sekitar tiga tahun yang kebetulan bermain di halaman belakang, melihat ayahnya jatuh ke sumur. Ia kemudian mengabarkan kepada mamanya yang tengah duduk bersama korban lain, Theodorus Subani (paman kandung korban) di dalam rumah.

Sementara anak sulung korban, Adrianus Tae Mali (siswa SMP) yang juga kebetulan ada di rumah, panik dan lari ke sumur untuk menyelamatkan adik dan ayahnya, namun mengalami nasib yang sama, terjun bebas ke dalam sumur hingga tewas.
Paman kandung para korban, Theodorus Subani, juga menyusul para korban masuk dalam sumur, berusaha menolong tapi tidak kuat menarik para korban ke atas, hingga akhirnya terjun bebas juga ke dalam sumur


Kejadian Aneh

Adrianus Ta Mali, anak sulung yang juga korban 'ditelan sumur maut' sebelum hari Jumat (11/1/2013) sempat mimpi melihat empat peti mati berwarna merah di halaman rumah mereka. Mimpi itu mengulurkan niat Adrianus untuk ke sekolah, dan ia memilih tinggal di rumah.

Tidak hanya itu, sehari sebelumnya ada tanda lain di kediaman para korban, ayam tiga ekor milik mereka pagi hari saat turun dari pohon berturut-turut terbang masuk ke dalam 'sumur maut' langsung mati.
Kejadian Aneh Ponsel Maut "Korban Tak Masuk Sekolah Tapi Terlihat Di Sekolah"

Ada kejadian aneh lain yang diceritakan guru kelas Adrianus Tae. Pada Jumat (11/1/2012), wali kelasnya mengadakan absensi di ruang kelas dan yang bersangkutan hadir.
Begitupun pihak sekolah yang menagih uang Rp 10.000 untuk dikumpulkan ke wali kelas, ungkap Rofinus, Adrianus juga kumpul. Padahal, sejak pagi hari Adrianus tidak masuk sekolah karena mimpi buruk melihat peti mati tersebut.

“Ini kan aneh, masa guru absen Adrianus ada dalam kelas, sementara hari itu dia tidak masuk kelas. Makanya para guru heran kenapa diabsensi Adrianus angkat tangan di dalam ruang kelas, sementara siang harinya dia meninggal di dalam sumur. Inilah kejadian aneh yang menimpa keluarga korban ini,” tutur Kepala Desa Leosama, Rofinus Mau Leto
Kejadian Aneh Ponsel Maut "Korban Tak Masuk Sekolah Tapi Terlihat Di Sekolah"


Kejadian Aneh

Kapolsek Kakulukmesak, Ipda Albino da Costa mengatakan, proses evakuasi korban dari dasar sumur menggunakan tali yang dikaitkan dengan besi yang dibuat menyerupai pancing.

Pasalnya, tim penolong dari jajaran Polres Belu tidak bisa turun ke dalam sumur karena ada gas beracun. Bukti adanya gas beracun itu diketahui ketika anggota menurunkan empat kali lampu pelita, dimana masih di pertengahan sumur, api padam. Untuk itu, diputuskan mengangkat para korban menggunakan sistem manual, di mana mencari anggota tubuh yang bisa dikaitkan barulah diangkat ke atas permukaan sumur.

Kejadian Aneh Ponsel Maut "Korban Tak Masuk Sekolah Tapi Terlihat Di Sekolah"


Kejadian Aneh

“Memang di dalam sumur terdapat gas beracun. Makanya ketika para korban turun menggunakan tangga yang selama ini tertempel di dinding sumur, tidak bisa sampai di dasar sumur dan langsung terjerembab karena kehabisan oksigen. Kita tentu prihatin dengan peristiwa tragis ini. Kami dari Polsek akan siaga bilamana keluarga korban membutuhkan bantuan untuk memperlancar proses,” kata Albino.

Pantauan Pos Kupang, mayat para korban tidak bisa dimasukan dalam rumah. Pasalnya, sesuai adat kebiasaan di Belu, apabila seseorang meninggal tidak wajar maka di tempatkan di luar rumah.
Para tua adat harus mengadakan upacara adat menolak bala agar kasus serupa tidak lagi menimpa keluarga yang masih hidup. Ratusan pelayat mendatangi rumah korbana memberikan dukungan moril pada sang istri korban dan anaknya yang bungsu. Ratap tangis dari para kerabat tak terbendung ketika melihat empat sosok mayat dibaringkan di luar rumah beratapkan terpal.

Diberitakan sebelumnya, gara-gara hand-phone (HP), empat warga dalam satu keluarga (ayah, dua anak dan paman kandung) di Dusun Fatuatis, Desa Leosama, Kecamatan Kakulukmesak, Jumat (11/1/2013) sekitar pukul 12.45 Wita terjun bebas dalam sumur hingga tewas.

Kejadian Aneh: Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan

Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan
Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan - Bingung mau memberi judul apa, karena sangat membingungkan dan kejadianya sangat kebetulan sekali, Cerita tentang anggota militer Inggris, bernama Mayor Summerford, pada bulan Februari 1918, dia tersambar petir ketika bertugas di Flanders, setelah kejadian itu Mayor Summerfold mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah. Ketika dia pindah ke Vancauver, petir kembali menyambarnya ketika dia sedang menyusuri pinggiran sungai dengan kursi rodanya pada tahun 1924, dua tahun kemudian dia meninggal. Peristiwa selanjutnya terjadi pada tahun 1930, ketika badai petir menghancurkan batu nisannya.

Jika nama anda Jean Marie Dubarry, lebih baik anda jangan menjadi orang Prancis

Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan
Pada tanggal 13 Februari 1746, Jean Marie Dubarry di eksekusi ditiang gantungan, karena terbukti membunuh bapak kandungnya. 100 tahun kemudian 13 Februari 1846, Jean Marie Dubarry yang lain, juga dieksekusi ditiang gantungan karena kejahatan yang sama.

Kematian Raja Umberto I

Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan
Pada tanggal 28 juni 1890, Raja Umberto dari Italia makan malam disebuah restoran di Monza, dia sangat terkejut mengetahui pemilik restoran itu sangat mirip dengan dirinya, dan juga bernama Umberto, lebih mengejutkan lagi Pemilik restoran itu memiliki istri bernama Margherita, sama seperti nama sang Ratu, fakta mengejutkan lain restoran ini berdiri pada hari yang sama dengan penobatan Raja Umberto sebagai raja Italia. Satu lagi fakta menarik, Baik Raja Umberto dan pemilik restoran dilahirkan pada hari dan tahun yang sama, 14 maret 1844.

Pada tanggal 29 juli 1900, Raja Umbert mendapat informasi, Umberto sang pemilik restoran terbunuh oleh penembak misterius. Beberapa jam kemudian, Raja Umberto dibunuh dalam suatu kerusuhan, dia di tembak empat kali oleh Gaetano Bresci di monza.

Petir Mengejar Hingga Tiga Generasi

Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan
Pada tahun 1899, orang-orang terkejut ketika seorang laki laki tewas oleh sambaran petir di tengah-tengah keramaian Taranto square, tigabelas tahun kemudian, anak laki-lakinya tewas tersambar petir di tempat yang sama. Pada 8 oktober 1949, cucu dari korban pertama sekaligus anak dari korban kedua, tewas terbunuh dengan cara yang sama.

Mark Twain dan Komet Halley

Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan
Publik mengenalnya dengan nama Mark Twain, Samuel Langhorne Clemens adalah nama sebenarnya dari tokoh kita kali ini. Mark Twain lahir pada tanggal 30 November 1835 ketika komet Halley melintas di dekat Bumi, dan meninggal ketika komet Halley melintasi bumi 75 tahun kemudian, pada tanggal 21 april 1910. Peristiwa kebetulan luar biasa ini diulas oleh "the father of American literature" yang bahkan mengatakan, jika komet Halley datang lagi tahun depan, pasti Mark Twain akan muncul lagi bersamanya.

Insiden yang Terjadi Menyerupai Cerita Novel

Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan
Pada tahun 1889, sebuah novel "Futility" ditulis oleh Morgan Robertson. Tidak ada yang istimewa dari novel ini, sampai pada tahun 1911, ketika kapal mewah Titanic tenggelam, pembaca novel ini menemukan kebetulan yang sangat luar biasa. Novel itu menceritakan sebuah perjalanan transatlantik pertama kapal mewah bernama Titan, ketika sebuah gunung es menenggelamkannya, pada bulan yang sama seperti tenggelamnya kapal Titanic. Bahkan penumpang dan perahu penyelamat sama persis jumlahnya.

Setelah peristiwa itu, Morgan Robertson menulis novel berjudul "Beyond the Spectrum" menceritakan tentang perang masa depan, dengan pesawat besar dan bom-bom dahsyat. Kemudian pada tahun 1941 pasukan Jepang mengobarkan perang Pasifik, setelah menyerang Pearl Harbour di Hawai, dengan pesawat dan bom seperti yang dilukiskan Morgan Robertson dalam novelnya.


Minggu, 19 Mei 2013

Danau Berisi 500 Tengkorak di India

img

Uttarakhand - Di dunia, banyak sekali destinasi yang sangat terkenal dengan misterinya. Begitu juga dengan Danau Skeleton di Uttarakhand, India. Danau ini terkenal dengan penemuan 500 tengkoraknya yang begitu misterius.

Pada tahun 1942, seorang penjaga hutan di Uttarakhand, India menemukan hal yang sangat misterius di Danau Skeleton. Danau ini berada pada ketinggian 16.000 mdpl. Lembah kecil ini memiliki air yang berasal dari cairan es Pegunungan Himalaya, seperti yang dilihat dari situs resmi Danau Skeleton, Rabu (15/1/2013).

Saat air masih membeku, danau ini memang terlihat biasa-biasa saja. Tapi setelah es mulai mencair, terlihat sesuatu yang sangat aneh. Ada banyak tengkorak di danau ini. Jumlahnya tidak main-main, ada sekitar 500 tengkorak.


img


Saat ditemukan, tengkorak tersebut terlihat berantakan. Ada yang di tengah, di dasar, dan di tepi danau. Banyak orang yang beranggapan bahwa telah terjadi pembunuhan massal di sini.

Asumsi lainnya kemudian muncul, bahwa tengkorak tersebut adalah para tentara Jepang yang meninggal karena ingin menyusup ke wilayah India. Lalu Inggris menugaskan tim untuk menginvestigasikan kebenaran dan asal-usul tengkorak tersebut. Para ilmuwan mengatakan, tulang, daging, dan rambut yang masih menempel di tengkorak menandakan bahwa ternyata tengkorak tersebut bukanlah para tentara Jepang yang meninggal.

Bertahun-tahun, banyak orang yang bertanya-tanya tentang misteri tengkorak tersebut termasuk para traveler. Tapi kemudian, titik terang mulai terlihat setelah pada tahun 2004 para ilmuwan datang untuk meneliti.

Ternyata, 500-an tengkorak tersebut ada 2 jenis. Hal itu dibuktikan dari tes DNA yang dilakukan para ilmuwan. Jenis yang pertama adalah manusia dengan badan yang cukup tinggi. Belakangan diketahui mereka adalah para traveler yang ingin berziarah ke India lewat jalur Himalaya. Jenis yang kedua adalah warga setempat, terlihat dari postur tubuhnya yang tidak terlalu tinggi.

Anehnya, semua tengkorak yang ditemukan ternyata mati dengan cara yang sama. Ada luka bekas pukulan di kepala dan pundak mereka. Luka tersebut bukan dari senjata, tapi dari sesuatu yang berbentuk bulat. Lalu, apakah mereka dibunuh oleh sekelompok orang?

img

Jawabannya adalah tidak. Ternyata, mereka mati karena tertimbun bola es. Secara mengejutkan, bola-bola es berukuran besar menggelinding dari puncak gunung. Traveler dan penduduk asli di Danau Skeleton kemudian menyelamatkan diri mereka di lembah ini. Karena tidak adanya penghalang, akhirnya mereka tertimbun hidup-hidup di sini. Hiii!

Tetapi, kisah seram tersebut ternyata tidak menyurutkan para traveler untuk datang kembali. Selain karena misterinya, Danau Skeleton juga menjadi tempat favorit wisatawan yang ingin mendaki gunung di kawasan Uttarakhand. Kawasan ini dikenal memiliki pemandangan yang indah. Di beberapa tempat juga terdapat salju abadi. Anda berani?


img 

Minggu, 25 November 2012

Orang Dalam Sejarah Yang Sulit Dibunuh...

Berikut ini merupakan orang-orang yang berpengaruh dalam sejarah di berbagai belahan dunia yang dikatakan "sulit dibunuh..."

Edward Teach a.k.a Blackbeard

Edward Teach atau yang juga dikenal sebagai Blackbeard adalah kapten bajak laut asal Inggris. Dia dikenal memiliki 16 istri.

Bagaimana Ia Akhirnya Mati

Blackbeard akhirnya mempensiunkan diri ke North Carolina di Amerika, untuk bersenang-senang dengan harta kekayaan rampasannya. Namun, gubernur Virginia waktu itu, tidak senang dengan keberadaan Blackbeard. Ia mengirim dua kapal perang ke rumahnya, dipimpin oleh Robert Maynard.
Namun, Blackbeard tidak lari dan kabur dari kapal-kapal Maynard. Dia malah menaikinya. Setelah membom kapal tersebut di atas dek dengan granat, dia mencari Maynard. Maynard hampir kehilangan seluruh jarinya karena dipedang oleh Blackbeard. Hebatnya, pedang Maynard patah karena mencoba membacok punggung Blackbeard.
Ketika selesai berantem, Blackbeard telah ditusuk setidaknya dua puluh kali dan tertembak lima kali, dan akhirnya mati karena pendarahan. Sebelum mati, ia sempat mengisi pistolnya kembali untuk terus menembak anak buah Maynard.

Pablo Escobar

Pablo Escobar adalah pemimpin Kartel Narkotika Medellin, sebuah sindikat narkoba asal Kolombia (Amerika Selatan) yang menyuplai 80% cocain di seluruh dunia. Pada tahun 1989, Escobar dinamakan sebagai manusia ke-7 terkaya di dunia dengan aset (haram gan ) sebesar US$25 milyar.

Bagaimana Ia Akhirnya Mati

Sebuah tim khusus bernama Search Bloc yang dibangun atas operator-operator dari U.S. Delta Force, SEAL Team 6 dan polisi Kolombia mencoba membunuhnya. Tembak-tembakan berlangsung di HQ Medellin, dengan Escobar akhirnya naik ke atas atap, loncat dari satu gedung ke gedung lain, dengan masih terus ditembaki di kaki dan badan.
Escobar terus selamat hingga akhirnya ia membunuh dirinya sendiri dengan menembak kepalanya. Ketika divisum, Escobar diperkirakan memiliki seribu luka tembakan di seluruh badan dan kakinya.

Ned Kelly

Ned Kelly adalah seorang kriminal asal Australia yang hidup di abad 19. Dia bertanggung jawab atas perampokan dua bank besar dan pembunuhan tiga orang polisi. Hebatnya, dia membunuh tiga orang polisi tersebut demi melarikan diri dari tangkapan polisi bahwa dia telah membunuh.

Bagaimana Ia Akhirnya Mati

Ned Kelly dan gangnya akhirnya menculik sekitar 70 orang sandera dari Glenrowan Inn ketika mereka tahu bahwa sebuah kereta api penuh polisi sedang mengejar mereka. Ned Kelly juga berusaha untuk menjatuhkan kereta tersebut di tengah jalan, yang akhirnya gagal.
Para kriminal tersebut lalu memasang baju zirah (=baju besi) ciptaan mereka sendiri. Kelly keluar dari Glenrowan Inn, menembaki polisi yang menembak ke arahnya. Peluru polisi tersebut terpantulkan oleh baju zirah milik Kelly, namun pahanya yang tidak terlindungi menjadi titik lemahnya.
Kelly akhirnya menyerah karena terlalu banyak luka di kakinya. Seluruh anggota gengnya meninggal, namun Kelly hidup dan dibawa ke pengadilan. Dia dihukum mati, dan kata-kata terakhirnya sebelum meninggalkan pengadilan adalah “Aku akan bertemu Anda ketika Anda ikut.”
Dua minggu kemudian, hakim yang memberikan hukuman mati terhadap Kelly meninggal karena serangan jantung.

Leon Trotsky

Leon Trotsky adalah tangan kanan pemimpin Bolshevik di Rusia, Lenin. Setelah Lenin meningggal, kesetiannya harus berpindah kepada Stalin. Namun, Stalin malah mengeluarkanya dari Partai Komunis Rusia dan mengasingkannya dari Rusia. Ingin mencari balas, Trotsky berupaya menjebloskan Stalin ke penjara dengan mengadukannya ke Kongres Amerika Serikat.

Bagaimana Ia Akhirnya Mati

Trotsky tidak diberi masuk ke Amerika oleh Imigrasi. Akhirnya, ia pindah ke Mexico City, dimana ia dicoba dibunuh oleh pembunuh bayaran Stalin bernama Ramon Mercader.
Mercader membacoknya di kepala dengan sebuah kapak. Namun, Trotsky bangkit dari tempat duduknya, meludahi Mercader, dan mengejar sang pembunuh dan bergulat dengannya, dengan kapak di kepalanya.
Para bodyguard Trotsky akhirnya masuk ke dalam ruangan, membunuh Mercader, dan membawa Trotsky ke rumah sakit. Ia meninggal karena komplikasi penyakit di kepalanya beberapa hari kemudian.

Gabriel Garcia Moreno

Gabriel Garcia Moreno adalah presiden Ekuador di abad ke 19. Dia adalah seorang Katolik yang taat dan menemukan Partai Konservatif Ekuador.
Moreno menyatakan bahwa agama resmi negara adalah Katolik, dan mengharuskan siapapun yang ingin mencari jabatan politik harus seorang Katolik. Hukum ini ditentang oleh banyak orang, yang akhirnya berujung pada percobaan pembunuhan dirinya.

Bagaimana Ia Akhirnya Meninggal

Suat hari, Moreno sedang berjalan keluar dari gerejanya di Quito. Dia tiba-tiba diserang oleh sekelompok penyerang dengan kapak, ke arah lehernya, tengkorak dan otaknya, lalu memutuskan lengan kirinya dan tangan kanannya.
Moreno tetap berdiri kembali. Para penyerangnya menembaknya enam kali di dada. Dia lalu diserang lagi dengan pedang tak kurang lebih dari 14 kali. Bahkan setelah itu, Moreno masih sempat menuliskan “Tuhan takkan mati” di tanah dengan darahnya sendiri.
Setelah penyerangnya pergi, para pendeta gereja membawanya masuk ke dalam gereja, dimana ia akhirnya hidup untuk 15 menit lagi dan mati.

Ferdinand Magellan

Ferdinand Magellan adalah seorang penjelajah asal Portugis. Dia orang pertama yang berhasil mengelilingi dunia, dan orang Eropa pertama yang menginjak Filipina. Magellan setuju untuk membunuh seseorang bernama Lapu-Lapu, musuh dari dua raja Filipina.

Bagaimana Ia Akhirnya Mati

Magellan akhirnya mendarat di pulau milik Lapu-Lapu yang bernama Mactan. Lapu-Lapu tahu mereka akan datang, karena ternyata sebuah tentara telah siap menunggu mereka.
Magellan tertembak dengan peluru beracun ketika ia menginjakkan kaki di Mactan. Namun, dia tetap berlari ke depan, di belakangnya sebuah kapal penuh tentara milik Magellan.
Dia lalu ditusuk di muka dengan sebuah tombak bambu, lalu lengannya putus karena kena pedang musuh. Tak lama, kakinya mengikuti lengannya. Ia akhirnya jatuh terjerembab ke tanah, tidak berdaya.
Tentara Lapu-Lapu terus menerus membacoknya dan memukulnya, namun Magellan terus hidup dan meneriaki para anak buahnya untuk kembali ke kapal dan kabur. Di bawah hujan bacokan dan pukulan dari tentara musuh, Magellan melihat anak buahnya kabur kembali menuju keamanan. Barulah ia mati.

Grigori Rasputin

Rasputin adalah seorang peramal yang hidup bersama Tsar Nikolas II di Rusia, pada awal abad ke 20. Sang Tsar (gelar untuk raja Rusia) percaya bahwa Rasputin dapat mengobati anak mereka yang terkena hemofilia bernama Alexei, jadi mereka menyuruhnya untuk tinggal di kastil bersama sang Tsar sendiri.
Namun Rasputin memiliki watak yang tidak begitu baik. Ia adalah seorang lintah darat dan juga seorang pemabuk berat, dan sering menerima suap dari orang-orang yang membutuhkan bantuannya. Gaya hidup Rasputin membuatnya akhirnya kurang disukai oleh keluarga kerajaan.

Bagaimana Ia Akhirnya Meninggal

Rasputin ditusuk oleh seorang pembunuh bayaran pada 1914. Namun, ia tetap hidup. Setelah sembuh, orang yang tidak suka dengannya mencoba membunuhnya lagi dengan wine dan kue yang diracuni. Namun, Rasputin terus hidup, entah kenapa.
Karena Rasputin terus hidup, mereka mencoba membunuhnya, kali ini dengan menembak kepalanya. Rasputin, terjerembab di tanah, namun sebenarnya ia hanya pura-pura mati.
Setelah bahagia melihatnya “sudah mati”, para “pembunuh”-nya pergi meninggalkan ruang. Lucunya, seorang lupa membawa jaketnya. Ketika ia kembali untuk mengambilnya, Rasputin bangkit dari tanah dan meneriakinya dan mulai mencekiknya.
Orang-orang itu kembali ke dalam ruangan, menembaknya lagi tiga kali di kepala, menjatuhkannya ke lantai. Tetapi dia belum mati. Dia kembali berdiri , lalu dipukuli hingga  pingsan.
Mereka membungkus tubuh Rasputin dengan seprai dan menceburkannya ke Sungai Neva yang amat dingin. Ketika mereka menemukannya kemudian, seprai berlumuran darah dan tubuhnya penuh luka tembakan, perutnya penuh racun, dan banyak memar karena dipukuli. Dari hasil autopsi, penyebab kematian sebenarnya adalah tenggelam, kepolisian setempat menyimpulkan dari hasil visum bahwa paru-paru Rasputin dipenuhi dengan air.

Sepasang suami istri dari Inggris menemukan wajah ET di potongan batang pohon

Ketika para ilmuwan mencari Makhluk Extra Terestrial (ET), mereka akan mencari di luar angkasa yang luas. Tidak ada yang menyangka kalau makhluk itu bisa ditemukan di dalam sebuah pohon di bumi. Well...kurang lebih seperti itu.


Inilah yang ditemukan oleh Pete Burford, seorang pria Inggris dari Eldersfield, Gloucestershire, ketika ia sedang memotong pohon Poplar untuk kayu bakar. Ketika pohon itu tumbang, ia terkejut karena melihat citra yang ada pada potongan pohon tersebut.

Citra tersebut membentuk wajah ET yang terlihat begitu jelas.


"Mungkin hal ini hanyalah salah satu hal yang biasa. Namun wajah itu sangat mirip dengan ET. Aku benar-benar tidak bisa mempercayainya." Kata Pete.

Ketika melihat wajah itu, kita akan segera teringat dengan alien lucu dalam film Steven Spielberg berjudul ET yang beredar pada tahun 1980an.


Namun, bukan cuma itu. Ada hal lain yang menarik dari penemuan ini.

Istri Pete, Sylvia Burford, percaya kalau penemuan ini bukan sebuah kebetulan dan ia sangat takjub karenanya. Ini karena ia pernah mendapat pengalaman berjumpa dengan UFO.

Ia mengalaminya 40 tahun yang lalu.

"Saat itu aku melihat sesuatu yang berbentuk piringan dengan cahaya terang di bawahnya." Kenang Sylvia.

Jadi, ketika melihat wajah itu, ia kembali teringat dengan pengalaman itu.

Sylvia percaya kalau penemuan ini adalah sebuah tanda kalau makhluk luar angkasa sedang berusaha melakukan kontak dengannya.

Hmm, kita tunggu saja.