Tampilkan postingan dengan label band. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label band. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 November 2012

Benarkah Metal itu Musik Satanisme?



Satanisme dan perilaku yang tercakup didalamnya, adalah hal yang selalu dikaitkan dengan musik Black Metal hingga saat ini. Entah siapa yang memulai, namun masyarakat bawah tanah seolah percaya saja tentang pengultusan itu. Seolah terjadi penyeragaman ide, bahwa menjadi musisi Black Metal itu haruslah seseorang yang Anti Tuhan.

Ujung-ujungnya, banyak masyarakat awam mencibir dan menganak-tirikan musik Black Metal hingga seolah tidak layak di dengar dan di kemukakan pada khalayak. Singkatnya, apakah semua musisi Black Metal haruslah manusia yang satanis, atau haruskah semua penganut satanis memainkan musik Black Metal?

Keberadaan Black Metal (sebagai genre) tak lepas dari nama VENOM, band Heavy Metal yang berdiri di Newcastle Inggris pada awal tahun 80. Awalnya band ini banyak terpengaruh oleh konsep musik band-band macam LED ZEPPELIN, BLACK SABBATH dan DEEP PURPLE.
Venom/theobelisk.net

Seiring perjalanan waktu, merekapun melakukan pendewasaan dalam konsep musiknya melalui penambahan tempo yang lebih cepat, distorsi gitar yang lebih bising dan perubahan pada karakter vokal.

Band yang digawangi Cronos, Mantas dan Abaddon inilah, yang nantinya dipercaya oleh kebanyakan musisi Black Metal maupun musisi Non Metal, sebagai band New Wave Of British Heavy Metal. Melalui album Black Metal yang dirilis pada tahun 1982, mereka diamini sebagai gelombang pertama dari lahirnya genre Black Metal.

Pada saat yang hampir bersamaan, para kampiun Metal di tempat lain juga mulai bermunculan. Sebut saja BATHORY dari Swedia yang memulai debut albumnya di tahun 1984, HELLHAMMER dan CELTIC FROST dari Switzerland, MERCYFUL FATE dari Denmark, SODOM dari Jerman dan banyak lagi.

Kelak bergemanya Black Metal ditandai pula dengan lahirnya band-band Black Metal di Norwegia seperti MAYHEM, BURZUM, DARK THRONE, IMMORTAL dan EMPEROR. Mereka juga kerap disebut sebagai band Black Metal gelombang kedua.

-----------------------------------------------------------------------------------

Sejarah panjang Satanisme d­i wilayah Black Metal Indonesia, tidak terlepas dari catatan pergerakan "Inner Circle" yang dipelopori Oystein Aarseth a.k.a Euronymous (Mayhem) sebagai orang nomor satu, dan Varg Vikernes a.k.a Count Grishnackh (Burzum) sebagai tangan kanannya. Bersama ke 12 anggotanya, termasuk Ihsahn, Samoth dan Faust (Emperor), juga Fenriz (Darkthrone), mereka memimpin komunitas Black Metal Norwegia melalui kelompok "Inner Circle".

Oystein Aarseth/staticflickr.com


Ide mereka sederhana. Menyatakan perang terhadap Kristenisasi yang terjadi di wilayah Norwegia. Ini karena Kristen, yang notabene merupakan agama mayoritas di Eropa, dinilai berbanding terbalik dengan semangat mereka sebagai anak-anak Odin (Dewa Bangsa Viking). Kristen dianggap sebagai agama yang lemah, sementara mereka sebagai keturunan Viking, adalah bangsa yang menjunjung tinggi kekuatan.

Gagasan mereka kemudian diwujudkan melalui serangkaian aksi anarkis. Diantaranya tindakan pembakaran terhadap belasan gereja kuno yang menjadi simbol kebanggaan Kristen di Norwegia. Aksi tersebut, sontak mendapat kecaman internasional. Maka dari sanalah, mereka mendapat label sebagai penganut "Satanis".

Kenyataannya, ideologi "Satanisme" yang dikembangkan di genre musik Black Metal di Norwegia, lebih mengacu pada semangat untuk mengembalikan budaya Pagan Kuno, termasuk kebangkitan budaya Viking. Artinya, Satanisme dalam konteks para prajurit logam hitam asal Norwegia ini, TIDAK SAMA dengan paham Satanisme ajaran Anton LaVey melalui "Church of Satan"-nya.

-----------------------------------------------------------------------------------

perlu dicatat, mereka (grup band di atas), pada dasarnya menganut paham Satanisme sebagai ideologi dalam bermusik. Tidak salah jika akhirnya muncul stigma sempit bahwa musik Black Metal identik dengan Satanisme, atau perlawanan terhadap kepercayaan tertentu.

Mari bergeser ke Swedia. Di Negara ini, tidak sedikit grup band terinspirasi scenes di Norwegia macam MARDUK, DISSECTION, DARK FUNERAL, LORD BELIAL, NIFELHEIM dan ABRUPTUM yang memiliki kharakter dan konsep bermusik yang sedikit berbeda satu sama lain. Tak jauh berbeda kondisinya di Finlandia, banyak bermunculan pula band-band yang mengusung Black Metal seperti BEHERIT dan IMPALED NAZARENE.


Marduk/metalsucks.net

Jika diperhatikan, para musisi dari negara-negara yang berlainan tersebut memiliki ideologi berbeda satu sama lain. Kecuali Mayhem dan Marduk yang menancapkan satanisme sebagai ideologi bermusik, ternyata banyak group band Black Metal yang tidak melulu berkutat di satanisme.

Ideologi Nihilisme, Paganisme, Nasional Sosialis dan pemujaan terhadap dewa-dewa ala bangsa Viking juga mewarnai kancah musik Black Metal sepanjang perjalanannya. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor referensi yang cukup kuat yang membuktikan bahwa Tidak Semua Musisi Black Metal menganut paham maupun gaya hidup Satanisme ataupun sebaliknya.

Sampai di sini, dapat kita tarik sebuah kesimpulan awal, bahwa sebenarnya genre adalah satu hal yang terpisah dari ideologi. Artinya, konsep musik sebuah band itu tidak mesti sama dengan konsep yang dipunyai band lain.

Sederhananya, Satanisme dan Black Metal adalah satu kesatuan terpisah yang berdiri sendiri-sendiri. Musisi Black Metal tidak secara keseluruhan mengusung konsep satanisme seperti yang acap kali kita dengar dalam pembicaraan masyarakat umum di warung-warung kopi, toserba, restoran, kios majalah, yang menganggap bahwa Black Metal adalah musik sesat, asal bunyi, tak layak dengar dan setumpuk cibiran bahkan cacian dan hujatan keras lainnya terhadap musik ini.

Ambil contoh band yang mengusung konsep Pagan Black Metal. Bisa dikatakan bahwa band tersebut adalah orang-orang penganut Paganisme yang memainkan musik Black Metal, atau bisa juga dikatakan sebagai musisi Black Metal yang membawakan ideologi Paganisme. Sangat jelas bukan, bahwa tidak ada kaitan dengan Satanisme sama sekali di sini.

Di lain pihak, apa pernah ada yang bisa membuktikan para penganut paham satanis macam Ku-Klux-Klan maupun sekte-sekte sesat lainnya, adalah penggemar musik Black Metal, ataupun sebaliknya?


Black Metal di Indonesia

Khusus di Indonesia, tahun 1995 menjadi cikal bakal berkembangnya Black Metal, yang dipioniri MAKAM, RITUAL ORCHESTRA, DRY dan HELLGODS. Patut diingat, mereka masih eksis dalam karya dan jalurnya hingga saat ini.


Hellgods/dapurletter.com

Berkembangnya Black Metal sempat dibumbui dengan hal-hal 'lucu' dan kontroversial yang membuat musik Black Metal malah di vonis sebagai musik sesat. Misal, penyembelihan kelinci diatas panggung, pembakaran dupa dan kemenyan, dan hal-hal lain yang cukup mengundang sensasi juga membuat bulu kuduk bergidik.

Djiva Ratriarkha dan Julius Kamadathu dari band MAKAM pernah mengomentari hal ini dan menyikapinya dengan sangat bijak. Menurut mereka, dupa, kemenyan, setanggi dan ratus plus make up horor memang fenomenal dalam sejarah Black Metal di tanah air.

Ini baik, jika memang euforia hingar-bingar penampilan itu dilanjutkan dalam pola pikir dan attitude para pelakunya untuk mau belajar dan memahami philosofi tentang menjadi seorang Pribadi Black Metal.

Kesepakatan senada tentang fenomena itu juga datang dari Throne 'RITUAL ORCHESTRA', Lord Morgan 'DRY', Vaar Mossath 'IMMORTAL RITES', juga Van Dark 'THIRSTY BLOOD'. Mereka meyakini bahwa adanya ritual itu tidak selalu berkaitan dengan apa yang ingin disampaikan dalam musik Black Metal.

Sudah saatnya, para penggiat Black Metal membekali diri dengan kematangan konsep dan keluasan wawasan sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam menyampaikan visi dan misinya.

Proses pembelajaran dan pendewasaan dalam konteks Black Metal sangat perlu dilakukan dengan berkesinambungan, sehingga nantinya akan mengikis pemikiran tidak penting yang menempel lekat dibalik jubah besar Black Metal.

Rabu, 08 Februari 2012

Tato personil Avenged Sevenfold

Matt Shadow:
* Tato pertamanya adalah ketika berusia 16, bertuliskan H20 di kakinya
*
Cover art dari album"Sounding of The Seventh Trumphets” di dada bagian atas
*
“Thicker Than Water” di dada bagian atasnya
 * Versi lambing Deathbat di perut bawahnya
 *
Jaring laba-laba dengan bintang di tengah siku kanannya
 * Lengan kiri terdiri dari para penunggang kuda
di hari kiamat
 *
Mikrofon bergaya lama di lengan kanan
 * The Rev Deathbat di punggung telapak tangan

Zacky Vengeance:
• Seekor burung gereja dengan belati di kakinya
• Sebuah peti mati ungu dan merah di sisi jari telunjuk kanannya
• Anaheim Angels logo di belakang telinga kirinya yang ia dapat sebagai hasil dari taruhan dengan
Synyster Gates.
*Tulisan “CALI4NIA” di sepanjang jari.
Kata “VENGEANCE” dan angka “7” di punggungnya berwarna merah menyerupai jersey
Tatoo Yesus di lengan kanan pergelangan tangannya
• Seorang wanita
yang dipenggal di lengan kanannya
• Sebuah tengkorak dengan sayap di
dada.
* Tulisan ‘FOREVER’ di leher kiri.
* Kepala singa di punggung telapak tangan.



Synyster Gates:
Tidak seperti kebanyakan anggota lainnya, tato Synyster Gates memiliki tema umum. Kedua tangannya dihiasi dengan berbagai monster yang mengalami beberapa jenis penyiksaan.
Tato pertamanya adalah ketika ia berusia lima belas tahun.
Yaitu,nomor satu dan berada di jari jempolnya.
Tulisan ‘MARLBORO” di sepanjang jari.

Dia
memiliki tato VII di belakang telinga kirinya.
Dia memiliki
hiasan “Haner di punggung atas tetapi dia tidak menyukainya karena rendahnya kualitas & berdesain kasar, itulah sebabnya dia jarang bertelanjang dada.
Di bagian dada terdapat tato ‘FOREVER’.

Jhonny Christ:
* Tato pertamanya terinspirasi dari "The Raven" oleh Edgar 
Allan Poe, yaitu seekor burung gagak di pohon dimana  
cabang-cabang pohon itu tampak seperti api.
* Sebuah koboi tengkorak di lehernya
* tato pada lengan
kanannya berasal dari film horor:
   o Dracula
   o Lady Dracula
   o Frankenstein
   o Mr Hyde
    o Wolfman
* The Rev Deathbat di bagian dada.

 


The Reverent:
* Zombie perawan Maria- Itu adalah tato pertamanya yangdibuat oleh temannya selama 3 jam. Dia membuat tattoo itu karena dia dibesarkan secara Katolik tetapi tidak  menyukai Perawan Maria tradisional
*
FICTION- di tengah dadanya dengan tinta merah dan hitam.
* Satu set borgol di lehernya
*
“All seing eye”(Illuminati) di bagian belakang leher
* SULLIVAN dan
angka 0 di balik punggungnya
*
Desain kisah Alkitab berskala abu-abu di dada bagian atasnya
 *
Tengkorak dengan sayap kecil di lengan atas kiri
 * Sebuah kuda di lengan kirinya (di bawah tengkorak dengan sayap)




Senin, 30 Januari 2012

Profil : Black Veil Brides

Black Veil Brides / BVB adalah band rock dari Amerika yang berbasis di Hollywood, California. Band ini beranggotakan Andy "Sixx" Biersack (vokal), Ashley Purdy (bass, backing vocal), Jake Pitts (lead guitar), Jinxx (gitar, biola), dan Christian "CC" Coma (drum). Black Veil Brides dikenal karena penampilan mereka yang berbeda, terutama karena terinspirasi oleh band Kiss serta berbagai hal-hal berbau Glam-Metal era 80-an


Sejarah
Black Veil Brides didirikan pada tahun 2006 menggunakan nama Brides dengan anggota Andy Biersack (vokal), Johnny Herold (gitar), dan Phil Cenedella (bass) di Delhi, Ohio.Tak lama kemudian mereka dihubungi via MySpace oleh Nate Shipp (gitar) dan Chris Riesenberg (drum). Mereka mulai diakui melalui lagu "Knive and pens". Videonya sendiri telah memperoleh lebih dari 32.000.000 penonton di YouTube

Pada akhir November 2009, David "Pan" Burton meninggalkan band karena perbedaan arah dan bentrokan antara anggota. Tak lama setelah kepergiannya ia memulai proyek band House of Glass dengan gitaris Black veil Brides sebelumnya, Chris "Hollywood" Bluser.

Pada bulan September 2009, menggunakan nama yang sekarang, Black Veil Brides menandatangani kontrak dengan label independent StandBy Records .Sesi  menulis saat di sela-sela tur dan rekaman dimulai. Pada Desember 2009, band ini memulai tur pertama mereka di AS yang bertitel "On Leather Wings".

Debut album band ini 'We Stitch These Wounds' dirilis 13 Juli 2010 dan terjual lebih dari 10.000 kopi dalam minggu pertama,juga menempati peringkat # 36 chart Billboard Top 200, dan # 1 di chart Billboard Independent. Pada akhir 2010, Black Veil Brides melanjutkan tur dengan bersama The Birthday Massacre, Dommin dan Aural Vampire.

Black Veil Brides pertama kali menjadi perhatian presiden Lava Records,Jason Floom,karena hasil penjualan t-shirt mereka merupakan yang terbesar kedua di negara itu . Yang lebih mengesankan adalah, bahwa mereka telah membangun kefanatikan mereka dalam mode "DIY", seperti menjatidirikan mereka sendiri didanai video. Ketika Flom mendengar musik mereka dan bertemu band itu, ia merasa menemukan apa yang ia cari,Flom kemudian membuat kesepakatan dengan Neil Sheehan,untuk mengontrak band ke Lava.


Black Veil Brides mendukung Murderdolls dalam Tour"God Save Tour Scream" 2011 dan juga tur Amerika di Tour AP dari 18 Maret-6 Mei.Seterusnya,band ini akan melanjutkan ke Vans Warped Tour, mulai 24 Juni 2011-14 Agustus di tahun yang sama band ini akan tampil di Download Festival di Inggris. Pada tanggal 20 April terungkap bahwa Band ini telah memenangkan Golden Gods Award di Majalah Revolver untuk kategori Best New Artist, dan dinominasikan untuk Kerrang! Best International Newcomer.

Album studio kedua mereka, 'Set The World on Fire' dirilis pada 14 Juni 2011 oleh Lava Music /Universal Republic Records. Cover art dirilis bulan April . Judul lagu dari Set The Word on Fire direncanakan bakal digunakan dalam film Scream 4.

Sebuah klip dari single,"Fallen Angels", dirilis pada akhir April. Single ini kemudian dirilis sepenuhnya di Inggris pada tanggal 1 Mei.Single berikutnya dari album tersebut adalah 'The Legacy' dengan video klip yang disutradarai oleh Patrick Fogarty dan tayang perdana di YouTube pada tanggal 6, 2011.Pada 25 Oktober, band ini mengumumkan bahwa mereka telah membatalkan beberapa jadwal tur disebabkan sang vokalis Andy Sixx mengalami cedera pada hidung karena sebuah insiden saat manggung.Namun, ia tetap menyelesaikan pertunjukan, meskipun mengalami kesulitan bernapas dan berbicara. Setelah mendapatkan pemeriksaan dokter, ia disarankan untuk beristirahat dalam beberapa minggu untuk masa penyembuhan. Mereka mengumumkan bahwa mereka akan kembali untuk pembukaan Tour 'Buried Alive' bersama  Avenged Sevenfold, Alexandria, dan Hollywood Undead.

Mengenai album berikutnya, Jinxx dan Jake berujar pada Chris Droney dalam sebuah wawancara untuk Glasswerk National bahwa band sedang menulis lagu baru,dan berencana untuk merekam LP berikutnya pada bulan April 2012.Juga akan Ada seorang Gitaris tamu, meskipun namanya tidak disebutkan.


Anggota :

    * Andy "Sixx" Biersack - vokal, keyboard (2006-sekarang), bass (2006-2009)
    * Jake Pitts - lead guitar (2009-sekarang)
    * Jinxx - rithym guitar, biola, backing vocal, (2009-sekarang)
    * Ashley Purdy - bass, backing vocal, (2009-sekarang)
    * Christian "CC" Coma - drum, perkusi (2010-sekarang)

Mantan anggota

    * Sandra "Alva" Alvarenga - drum, perkusi (2008-2010)
    * Chris "Hollywood" Bluser - lead guitar backing vocal, (2008-2009)
    * David "Pan" Burton - gitar (2008-2009)
    * Johnny Herold - lead guitar (2006-2008)
    * Nate Shipp - gitar backing vocal, (2007-2008)
    * Phil Cenedella - bass ,vokal dukungan, (2006-2008)
    * Chris "Craven" Riesenberg - drum, perkusi (2007-2008)
 

Minggu, 29 Januari 2012

Sejarah Bring me the Horizon

Image and video hosting by TinyPicBring Me The Horizon diawali dengan pertemuan masing-masing personelnya di scene musik lokal d Sheffield. Awalnya, Oliver Sykes (vokal), dan Matt Nichols (drum), udah pernah ngeband bareng. Gitu juga dengan Lee Malia (gitar), dan Curtis Ward (gitar). Mereka berdua pernah ngeband bareng, di sebuah band cover version Metallica.

Matt, Lee, dan Curtis, udah berteman sebelumnya. Maklum, mereka adalah mahasiswa d kampus yang sama. Berangkat dari ketertarikan musik yang sama, mereka akhirnya memutuskan untuk ngeband bareng. Matt langsung merekomendasikan nama Oli, untuk jadi vokalis.

"kami akhirnya setuju untuk masukin Oli, ke band kami. Soalnya, pas pertama kali nge-jam, kami terpukau banget dengan screaming Oli", ujar Lee.

Nggak berapa lama. Matt Kean pun bergabung sebagai bassis. Awalnya, pertemuan Matt Kean dengan Oli termasuk konyol. Saat itu, Oli dan Matt Nichols lagi ada di sebuah bis dari London ke Sheffild. Matt Kean juga ada di bis yang sama. Oli pun ngajak Matt Kean untuk ngobrol. Obrolannya nggak jauh-jauh. Pastinya seputar musik.

"dan setelah ngobrol2, kami merasa nyambung untuk urusan musik. Mereka akhirnya mengundang saya untuk coba2 latihan bareng. Selanjutnya, saya diterima masuk band mereka, dan kami ngeband bareng mulai dari situ", ujar Matt Kean.

Nama Bring Me The Horizon diambil dari kalimat yang diucapkan karakter Jack Sparrow, dalam film Pirates Of Caribbean. Perjalanan bermusik mereka termasuk hebat. Baru terbentuk tahun 2004, sampai sekarang mereka udah mulai merilis sekitar 2 buah album dan 1 mini album.

Sabtu, 28 Januari 2012

Craig Mabbit


Craig Edward Mabbitt (lahir 9 April 1987 di Glendale, Arizona) adalah seorang musisi Amerika yang merupakan Vokalis utama Band Escape the Fate dan juga dikenal sebagai ex-Vokalis  Blessthefall dan The Word Alive.

Blessthefall:
Blessthefall dengan Beau Bokan

Bersama blessthefall, Craig merilis dua self-released EP dan satu album penuh. Album Full pertama mereka, His Last Walk, dirilis pada 10 April, 2007 di Science Record/Ferret Music.Album Ini menghasilkan empat single: 'Higinia', 'Guys Like you make us look Bad', 'A message to Unknown', dan 'Rise Up'. 'Rise Up' dirilis setelah dia meninggalkan band, dan ia tidak muncul dalam video.
Sementara di pertengahan 2007 European Tour mereka dengan Silverstein dan The Vincent Black Shadow , Mabbitt meninggalkan band. Tapi tak lama kemudian,dia memutuskan ingin bergabung kembali dengan band, tapi band ini merasa akan lebih baik melanjutkan tanpa dia. Craig diberitahu tentang keputusan mereka melalui AIM oleh gitaris blessthefall, Eric Lambert. Craig telah sejak berkomentar bahwa meninggalkan blessthefall adalah salah satu keputusan terbaik dalam hidupnya, yang menyatakan bahwa ia sangat ketergantungan alkohol sejak di band itu. Craig diganti pada tanggal 25 September 2008 oleh Beau Bokan, mantan vokalis Take the Crown. Craig telah menyatakan dalam berbagai wawancara bahwa ia dipaksa untuk menandatangani semua hak untuk rekaman blessthefall dalam rangka bergabung dengan Escape the Fate dan menandatangani kontrak dengan Epitaph Records. Craig masih berteman dengan Blessthefall dan juga Bokan.
Craig baru ini menyatakan selama Podcast AP bahwa blessthefall memintanya untuk datang kembali ke band setelah mereka gagal untuk menemukan penyanyi pengganti, sehari setelah ia baru saja menyelesaikan album baru Escape the Fate. Dia menolak tawaran mereka, tetapi seminggu kemudian mereka menemukan Beau Bokan, mantan penyanyi utama Take the Crown.

Escape The Fate:

 
Setelah vokalis Ronnie Radke dijatuhi hukuman lima tahun masa percobaan untuk kecanduan obat / alasan penyerangan, Escape The Fate  melakukan pencarian untuk vokalis baru. Radke dikirim ke Penjara Negara High Desert karena melanggar masa percobaannya. Band ini berpaling ke Mabbitt, yang sedang mencari band baru setelah meninggalkan, blessthefall. Mabbitt telah bermain dengan Escape the fate di Black on Black tour, saat bersama blessthefall. Setelah beberapa percobaan, dia resmi menjadi penyanyi baru dan mereka masuk studio untuk merekam second full-length album "This war is Ours" dengan produser John Feldmann. Album ini dirilis pada tanggal 21 Oktober 2008.
Mabbitt telah menyelesaikan beberapa tur dengan Escape the Fate termasuk tur Australia, tur co-headlined oleh Chiodos dan Silverstein, dan mereka sendiri berjudul "This war is  Ours Tour" dan baru saja selesai tur dengan Vans Warped Tour 2009. Craig adalah vokalis pertama yang telah menyelesaikan seluruh tur dengan Escape The Fate.
Mabbitt  menyatakan bahwa Escape The Fate sedang  menulis lagu baru saat mereka tur dan mereka berencana untuk masuk studio pada musim dingin dan berharap untuk dirilis pada musim semi 2010. Dia juga mengindikasikan bahwa akan ada banyak screaming yang dimasukkan dalam lagu-lagu baru nanti.

 
The Word Alive: 

Saat bersama Escape The Fate, Mabbitt mendirikan band The Word Alive agar ia bisa menciptakan musik keras, seperti dengan blessthefall. Ia membentuk band dengan teman-teman lamanya di kota Phoenix. Mereka memainkan beberapa pertunjukan di Arizona dan California dengan Mabbitt.
Pada tanggal 26 November 2008, The World Alive memposting sebuah blog di MySpace resmi mereka, mengatakan pada penggemar bahwa mereka telah membuat keputusan untuk mengganti Craig akibat komplikasi dengan band lain Escape The Fate. Mereka menjelaskan bahwa keputusan mereka untuk menggantikan Craig adalah keputusan sulit dan itu bukan masalah pribadi.

 
Proyek sampingan dan Penampilan Tamu:Craig telah menyatakan dalam banyak blog dan buletin bahwa dia masih akan menciptakan musik dengan gaya yang sama seperti Blessthefall dan The Word Alive. Dia menciptakan sebuah profil Myspace untuk lagu  The Word Alive yang tak pernah dirilis. Craig mengumumkan bahwa ia akan memulai sebuah proyek screamo sampingan yang berbasis di Arizona.
Mabbitt dan sesama anggota Escape The Fate, Max Green merilis sebuah lagu, "All That I’m About," bersama personil Attack Attack! CalebShomo. Dia juga menyumbangkan suaranya di lagu "Deadly Weapons" untuk band Eyes set to kill.

Minggu, 11 Desember 2011

Slipknot Biography

[Image: 002.jpg]

Pada tahun 1995 Shawn Crahan, Paul Gray, Kun Nong, Donnie Steele dan Anders Colsefini, 5 orang yang dikenal sebagai musisi dariDes Moines, Iowa, memutuskan untuk memulai sebuah band baru. Tapi band ini tidak akan menjadi band umum. Mereka ingin band inimenjadi band yang lain daripada yang lain! Slipknot pada awalnya memiliki Anders Colsefini sebagai vocalist, Shawn Crahan sebagai drumer, Paul Gray pembetot bass, Kun Nong dan Donnie Steele sebagi pemain gitar. Mempunyai keinginan untuk menjadi sempurna, mereka mencoba untuk merekrut musisi terbaik Des Moines untuk menyelesaikan band.


Salah satu musisi, Shawn, memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru, sesuatu yang asli dengan band yaitu Topeng. “Kami memutuskan untuk memakai topeng sehingga orang hanya akan berkonsentrasi pada musik kami, bukan pada apa yang mereka lihat.”, katanya. Selain itu, bukan hanya bermain dengan satu set drum, band memutuskan untuk menambah dua set perkusi untuk membuat mereka sebagaimusik agresif. Nong kun, sang pemain gitar, meninggalkan band ini di bulan Februari. Shawn,yang merasa bosan, memutuskan untuk mencoba memainkan perkusi agar dia bias tampil di depan panggung, dan meninggalkan posisi drumer kepada teman dari Paul Gray,yaitu Joey Jordison. Pada awalnya Joey merasa ragu-ragu, namun akhirnya Joey bergabung dengan band ini pada bulan Mei. Band kemudian direkrut Josh Brainard sebagai gitaris kedua. Dia sudah beberapa kali bermain dengan mereka dan langsung menerima tawaran itu.



Mereka bersama-sama melakukan pertunjukan beberapa kali di bawah nama “Meld”, “The Pale Ones”, “PyGSYSTEM” … Mereka akhirnya memilih nama yang sempurna untuk proyek mereka, mengambil nama dari salah satu lagu mereka, “Slipknot” (perpaduan yang kemudian melahirkan lagu yang luar biasa “(sic)”). Pada bulan Desember, band tiba di studio dari SR Audio, di mana mereka bekerja untuk enam bulan berikutnya. Dengan hasil akhir dari semua upaya mereka yaitu EP mereka, “Mate. Feed. Kill. Repeat.”



Slipknot kemudian memutuskan untuk mencoba menampilkan CD live pertamanya dan mengikuti kompetisi band yang bernama “Battle Of Bands,” di mana semua band-band papan atas band dari Des Moines ikut berperan serta. Pada saat itu,mereka bertemu band dari Des Moines yang bernama “Stone Sour,” yang mempunyai Frontman seorang pemuda yang enerjik dan menarik yaitu Corey Taylor. Slipknot kemudian melibas habis band-band tersebut dan berhasil memenangkan juara-1 pada kompetisi “Battle Of Bands”.

Pada tahun 1996 Donnie Steele memutuskan untuk meninggalkan band ini karena dia tidak sejalan dengan Slipknot yang menganut trash metal-oriented music. Kemudian seorang teman dari Joey’s, Craig Jones, mengambil alih tempatnya. Pada bulan April, Craig,yangbenar-benar freak komputer, memilih untuk bekerja pada samples,ketika Mick Thompson, seorang instruktur gitar,menjadi guitaristpada band itu. Band menjadi semakin kuat dan terkenal setiap harinya.Shawn,Joey dan anggota band yang lain selalu menghabiskan malam mereka untuk berbicara tentang proyek di garasi dimana Joey bekerja. Mereka kemudian memutuskan untuk menyewa seorang manajer, hingga akhirnya mereka merekrut seorang jurnalis muda, Sophia Jones, seseorang yang mendukung mereka dari awal. Ketika orang itu ditanya mengapa ia memutuskan untuk menjadi seorang manajer dari band gila, dia menjawab: “Karena jika Anda bertanya kepada saya, Slipknot akan bermain di Ozzfest, akan menjual lebih dari satu juta album dan menjadi cover depan dari Majalah Rolling Stone! ! “. “Mate. Feed. Kill. Repeat.” Langsung menjadi sebuah kesuksesan besar di Des Moines.


Pada tahun 1997 ketika Slipknot melakukan pertunjukan di Dodfest, suatu festival, seorang pemuda bernama DJ Sid Wilson, alias DJStarscream, melihat mereka dan sangat menyukai musik mereka. Sayangnya, kualitas sound system yang hari itu begitu buruk lalu terjadi perselisihan antara Joey dan Shawn karena buruknya sound selama pertunjukan hingga akhirnya Joey memutuskan untuk meninggalkan band. Namun, ia kembali ke band tersebut sebulan kemudian. Lalu Slipknot dan Stone Sour bertemu lagi di Runway, sebuah klub yang dimiliki oleh Shawn. Slipknot terhipnotis oleh suara Corey dan kemudian memintanya untuk bergabung dengan band ini. Diaditerima. Dan akhirnya Corey pun bergabung dengan Slipknot. Ia pun membuat sebuah kerangka lagu yang nantinya akan menjadi sebuah hits “ME INSIDE”.



Band kemudian kembali memasuki SR Audio studio untuk merekam sebuah versi baru “Mate. Feed. Kill. Repeat.” . Corey’s pun ikut di dalam band Namun, menyebabkan beberapa masalah. Anders, tidak menerima kenyataan bahwa ia telah “tertinggal”, ia lalu mengumumkan kepada penggemar untuk meninggalkan band ini di akhir konser. Akhirnya Band ini mulai merekrut anggota-anggota baru. Diantaranya Greg “Cuddles” Welts, seseorang yang tidak akan pernah ragu untuk melakukan sesuatu yang bodoh diatas panggung. Sid akhirnya juga bergabung dengan band yang luar biasa ini setelah kebetulan, ia berada di salah satu moshpit konser mereka dan ketika itu Shawn turun ke dalam moshpit untuk berperang dengan yang lainnya. Dan akhirnya Shawn yang terluka akibatitu dibawa oleh Sid kerumah sakit. Hingga akhirnya Sid yang meminta untuk bergabung karena ia merasa cukup gila untuk bergabungdidalam petualangan band tersebut diterima oleh Shawn

Pada tahun 1998 Sophia Jones, manajer, melakukan contact kepada Ross Robinson untuk mengenalkan bandnya, sebenarnya Ross benar-benar tidak tertarik untuk mendengarkan mereka, tetapi akhirnya ia melakukan perjalanan ke Iowa untuk mendengar latihan mereka. Selama sesi berlangsung, semua orang berada dibawah tekanan dan semuanya banyak melakukan kesalahan. Joey bahkan melakukan kesalahan yang sangat fatal,karena secara tidak sengaja melemparkan salah satu drumsticknya ke wajah Ross! Tapi keajaiban terjadi,Ross Robinson benar-benar menghargai apa yang ia dengar dan memutuskan untuk memberikan kesempatan. Ia pergi ke salah satu dari konser mereka di Runways dan totally Hypnotized by the show!!! Dia segera meminta band untuk merekam CD untuk mereka! Tetapi 6 bulan kemudian, Slipknot masih belum memberikan kabar, sehingga Ross segera menghubungi Joey melalui panggilan telepon dan 48 jam kemudian, Slipknot berada di studio Roadrunner untuk merekam album pertama mereka! Pada bulan Juni, Cuddles dikeluarkan dari band untuk beberapa alasan yang tidak diberitahu. Dia diganti oleh Chris Fehn, yang menjadi percussionist yang terkenal dengan topengPinokio nya. Selama rekaman, band menemui banyak seniman lainnya seperti Kiss, Robert Flynn dari Machine Head dan Casey Chaos dari Amen. Josh mengundurkan diri dari band sebelum akhir rekaman, lalu posisinya kemudian digantikan oleh James Root, seorang pemain gitar yang berusaha mati-matian untuk membuatnya keluar dengan band sebelumnya, Atomic Opera. Ini adalah formasi terakhir dari band:
[Image: group03.jpg]
# 8 / Vokal – Corey Taylor
# 7 / 1 Guitar – Mick Thompson
# 6 / Percussions – Shawn Crahan
# 5 / Samples – Craig Jones
# 4 / 2 Guitar – James Root
# 3 / Percussions – Chris Fehn
# 2 / Bass – Paul Gray (tewas 24/05/2010 akibat overdosis morfin dan fentanyl yang kabarnya biasa dikonsumsi)
# 1 / Drums – Joey Jordison
# 0 / DJ – Sid Wilson


Pada tahun 1999 Sophia Jones menggunakan lagi relasinya untuk membuat Slipknot tampil pada Ozzfest. Sebuah festival yang sudah menunjukkan hasil yang sukses. Pada 29 Mei, setelah beberapa debut yang menggemparkan walau masih malu-malu, “Slipknot” akhirnya mencapai puncak Dunia dengan lebih dari 2 juta copy terjual dalam waktu satu tahun. Video pertama mereka, “Welcome to our neighbourhood” juga berdiri diatas puncak dan membabat habis DVD lainnya, bahkan oleh Madonna dan Shania Twain sekalipun. Album Tour mereka pun juga meraih sukses, band ini membuat pertunjukan yang paling gila dari yang pernah ditampilkan, seperti drum yang ditambah diberi peluncur api, stage 3 meter hanya untuk melakukan aksi diving DJ Sid, dan banyak Pentagram dilukis pada dinding di bagian belakang pemandangan .



Ketika tahun 2000 Slipknot banyak berpartisipasi pada festival lainnya seperti “Rock Am Ring” dan “Dynamo Open Air”, di mana mereka diterima di publik yang sangat besar, Pada akhir tahun, Slipknot masuk lagi ke studio untuk ke-2 kalinya. Untuk kembali memproduksi album mereka, yang sekali lagi dibantu oleh Ross Robinson.



Pada tahun 2001 adalah tahun tergila yang pernah ada, 9 setan bertopeng kembali lagi di Ozzfest. Sekaligus merilis album kedua mereka: “Iowa”. Hal ini tentu menjadi salah satu album terbaik yang anda pernah dengar dari mereka. Dengan “Iowa”, band ini benar-benar menunjukkan kualitas mereka dan Tour pun segera dimulai kembali, kali ini untuk “Pledge of Allegiance” Tour, bersama Mudvayne, Rammstein dan SOAD.



Tahun 2002 diadakan Sebuah konser besar!!!! (15,000 fans) yang seluruhnya telah dimasukkan ke dalam film dan dijadikan DVD kedua mereka, “Disasterpieces”. Slipknot juga menulis versi baru “My plague”, yang telah dipilih untuk soundtrack resmi film”ResidentEvil”. Corey juga muncul dalam soundtrack “Spiderman” dengan band lainnya, Stone Sour, sementara Joey memulai band lain bernama“Murderdolls”. Stone Sour yang telah sukses besar di Amerika Serikat sedangkan Dolls semuanya meledak di Eropa.



Tahun 2003 merupakan tahun yang penuh dengan masalah. Dimulai dengan Corey, yang terlalu sibuk dengan Stone Sour sehingga sedikit melupakan Slipknot. Kemudian Joey yang sibuk dengan Tour band Murderdolls nya. Tidak ada kabar sama sekali dari band Slipknot hingga bulan September, ketika Shawn juga akan mencoba untuk memulai proyek solo sendiri: “To My Surprise “, yang tidak diketahui benar-benar untuk berapa lama ini berlangsung. Ketika band kembali memasuki Roadrunner studio pada akhir tahun, beberapa anggota band menjadi marah dengan Joey karena dia menulis 7 lagu untuk dirinya sendiri,ia mencoba membawa band ini lebih kearah darken style ketika Corey ingin mencoba sesuatu yang lebih seperti Rock. Band akhirnya mengumumkan bahwa album baru akan mungkin akankeluar pada musim semi 2004.



Pada tahun 2004 Selama 6 bulan band melakukan rekaman bersama Rick Rubin (SOAD, Slayer). Beberapa kali, Rick meminta mereka untuk menulis beberapa lagu baru, hal ini menunjukkan tanda-tanda tidak baik. Tetapi 24 Mei, hanya sehari sebelum album baru, Slipknot melakukan konser rahasia di London. Warga Eropa ini lah yang pertama kali mendengarkan album baru mereka: “Vol.3:The Subliminal Verses“. “Duality” adalah single pertama dari album mereka, dan kita bisa mengatakan bahwa pada album ini adalah versi Slipknot yang jauh berbeda dari apa yang kita dengar dari mereka sebelumnya. Band banyak menghilangkan kegilaan dari “Iowa” dan album ini dibuat lebih mirip Rock, tapi masih dipengaruhi oleh Trash dan Extreme metal scene. Band ini kemudian menuju Eropa, di mana mereka ikut ambil bagian di banyak festival, di Ozzfest lagi dengan Hatebreed, the Fury Fest “dan” unholy Alliance Tour “. The 2nd single, “Vermillion pt.1″ diluncurkan dengan menampilkan video yg cukup aneh … Dimana pada video tersebut semua angota band memakai topeng yang menyerupai wajah asli mereka! “Vermillion pt.2″ juga diluncurkan, namun video ini cepat berlalu karena terlihat gila. Setelah Show besar di Paris dan Tour di India, band kembali ke Amerika Serikat hanya untuk liburan musim dingin.



Tahun 2005 diawali seperti akhir-akhir tahun sebelumnya.yaitu dijalan!!! Slipknot melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk Vol.3 The Subliminal Verses tour. Mengumumkan bahwa rekaman album berikutnya akan dilakukan di akhir 2006, kemudian band ini merilis “9,0: Live”, double album live pertama mereka. Ini adalah sukses besar di seluruh dunia: 350000 salinan telah terjual hanya di Amerika Serikat! Stone Sour sekarang merencanakan rekaman album ke-2 mereka dan Murderdolls terpecah belah, karena itu mereka mencoba untuk memutuskan apa yang akan terjadi kepada mereka selanjutnya.



All Hope Is Gone (2008-2009)



Slipknot merilis album keempat mereka yaitu All Hope is Gone pada 20 Agustus 2008. Ini merupakan album pertama Slipknot yang dapat meraih puncak no.1 di Billboard 200. Persiapan untuk album dimulai pada bulan Oktober 2007 dan akhirnya memulai rekaman pada Februari 2008. Bersamaan dengan album ini,Slipknot jg merubah tampilan topeng mereka. Perubahan ini memang ditujukan untuk menyamakan dengan style album baru mereka.


Mantan anggota:

Kun Nong - Guitar (1995)
Anders Colsefni (Andrew Rouw) - Vocals (1995-1997)
Donnie Steele - Guitar (1995-1996)
Josh Brainard - Guitar (1995-1999)
Paul Gray - Bass (1995-2010) R.I.P.
Greg "Cuddles" Welts - Percussion (1997-1998)

Diskografi:

1999 Slipknot (Roadrunner)
2001 Iowa (Roadrunner)
2004 Vol. 3: The Subliminal Verses (Roadrunner)
2005 9.0: Live (Roadrunner)
2008 All Hope Is Gone (Roadrunner)

Aerosmith Biography

[Image: aerosmith_concert_2010.jpg]
Aerosmith


Dibentuk pada tahun 1969 di Sunapee, New Hampshire, dengan Steven Tyler sebagai drummer dan Joe Perry (Gitar), lalu bergabung lah Tom Hamilton (Bass). Setahun berikutnya Joey Kramer (Drum) bergabung menggantikan Steven Tyler sehingga Tyler dapat menjadi Vokalis seutuhnya. Formasi pun dilangkapi oleh seorang gitaris muda berbakat Brad Whitford. Mereka pun pindah ke Boston pada akhir tahun 1970. Setelah bermain dari klub ke klub di Massachusetts dan New York selama dua tahun, mereka pun mendapatkan kontrak pertamanya dengan perusahaan rekaman (Columbia Records) pada tahun 1972. Debut album mereka yang diberi judul seperti nama band mereka 'Aerosmith' dirilis tahun 1973 dengan lagu 'Dream On' sebagai single pertamanya. Rilis album ini diikuti oleh tur Amerika pada tahun berikutnya. Setahun berikutnya mereka kembali merilis album yang diberi judul 'Get Your Wings' (th 1974).

Album ketiga mereka dirilis tahun 1975 (Toys In The Attic), album ini merupakan terobosan baru bagi mereka baik dari segi komersial maupun dari segi artistik. Dalam proses rekamannya, mereka mulai melakukan pengembangan dan eksperimen untuk sound. Album ini menuai banyak kritikan maupun pujian. Single pertama pada album ini 'Sweet Emotion' mampu menerobos masuk chart Top 40 pada musim panas tahun 1975, dengan album 'Toys In The Attic' yang mencapai peringkat 11. Album baru mereka berikutnya 'Rocks' yang dirilis tahun 1976 mampu menyabet Platinum.


Pada awal 1977, Aerosmith mulai mempersiapkan materi untuk album keempatnya yang kemudian dirilis pada akhir 1977. 'Draw the Line' adalah hit berikutnya yang menduduki peringkat 11 chart di Amerika. 'Live! Bootleg' hadir pada akhir tahun 1978 dan menjadi sukses berikutnya setelah mampu nangkring di peringkat 13. Setelah merilis album berikutnya 'Night In The Ruts' paatahun 1979, Joe Perry keluar dari band dan membentuk Joe Perry Project. Seperti album- album sebelumnya, album ini juga mendapat sambutan hangat dan mampu menduduki tempat ke 14 chart. Kemudian band ini kembali kehilangan personelnya saat Brad Whitford keluar pada awal tahun 1980 dan membentuk band yang bernama Whitsford-St. Holmes, bersama gitaris Derek St. Holmes (ex-Ted Nugent).


Jimmy Crespo (Gitar) dan Rick Duffay (Gitar) bergabung mengisi kekosongan formasi Aerosmith, dan bersama personel barunya mereka merilis album 'Greatest Hits' pada akhir 1980. Penjualan album ini mampu mencapai lebih dari 6 juta copy. 'Rock in Hard Place' dirilis tahun 1982 dalam formasi barunya. Pada tahun 1984 Joe Perry dan Brad Whitford kembali bergabung, mereka pun mengadakan tur reuni yang dijuluki 'Back in the Saddle'. Pada awal tur, Tyler 'ambruk' di panggung, hal ini membuktikan bahwa mereka belum bisa keluar dari kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan. Ditahun berikutnya Aerosmith merilis album 'Done with Mirrors', album pertama dengan formasi awal setelah tahun 1979 sekaligus album pertama bersama Geffen Records. Namun sayangnya album ini tidak se-sukses seperti 'Rock in a Hard Place'.


Setelah merilis Done with Mirrors, Tyler dan Perry masuk program rehabilitasi untuk menyembuhkan dari kecanduan alkohol dan narkoba. Pada tahun 1987 mereka merilis 'Permanent Vacation', dalam album ini mereka bekerja sama dengan penulis lagu hard rock profesional seperti Holly Knight dan Desmond Child, dari kerja sama ini mereka menghasilkan beberapa hits seperti 'Dude (Looks Like a Lady)','Rag Doll', dan 'Angel'. Album ini terjual sebanyak 3 juta copy.


Album 'Pump' dirilis tahun 1989, dan terjual sebanyak 4 juta copy. Single 'Love in Elevator', 'Janie's Got a Gun' dan 'What it Takes' mampu menghantui Chart Top Ten. Aerosmith merilis Get a Grip pada tahun 1993 yang juga masih di produseri oleh Bruce Fairbrain seperti album Permanent Vacation dan Pump. Album ini mengikuti sukses dua album sebelumnya bersama hit single 'Livin on Edge','Cryin', dan 'Amazing'. Pada tahun 1994 Aerosmith kembali merilis album, kali ini berjudul 'Big Ones'. Album ini mampu meraih penghargaan double Platinum.


Saat mereka mencapai puncak popularitasnya,di awal 90-an Aerosmith menandatangani kontrak jutaan dolar dengan Columbia Records, kendati mereka masih berhutang dua album dengan Geffen Records. Tak sampai tahun 1995, mereka telah dapat memulai rekaman pertamanya bersama label barunya, hampir 5 tahun sejak penandatanganan kontrak tersebut. Album Nine Lives mereka garap bekerjasama dengan Kevin Shirley pada tahun 1996. Berbagai masalah seta kendala muncul saat penggarapan album ini, hingga Tim Collins, sang manajer yang juga bertanggung jawab untuk membawa band ini pulih dari kecanduan akhirnya dipecat. Setelah pemecatan tersebut, Collins menyebutkan bahwa Tyler telah kembali menggunakan obat-obatan.


Dibawah tekanan keadaan yang sedang mereka hadapi, proses rekaman pun menjadi terasa sangat sulit untuk diselesaikan. Akhirnya album ini dirilis tahun 1997, dilanjutkan dengan album 'The live A Little South of Sanity' pada tahun 1998. Album berikutnya adalah 'Honkin on Bobo' (2004), bersama dua album live DVD-nya (You Gotta Move, dan Rockin' The Join). Album lainnya yaitu 'Devil's Got a New Disguise: The Very Best of Aerosmith' hadir di tahun 2006.

Anggota
Steven Tyler
Joe Perry
Brad Whitford
Tom Hamilton
Joey Kramer

Mantan Anggota
Ray Tabano
Jimmy Crespo
Rick Dufay

Diskografi
Aerosmith – Aerosmith [1973]
Aerosmith – Get Your Wings [1974]
Aerosmith – Toys In The Attic [1975]
Aerosmith – Rock [1976]
Aerosmith – Draw The Line [1977]
Aerosmith – Night In The Ruts [1979]
Aerosmith – Rock In Hard Place [1982
Aerosmith – Done With Mirrors [1985]
Aerosmith – Permanent Vacation [1987]
Aerosmith – Pump [1989]
Aerosmith – Get A Grip [1993]
Aerosmith – Nine Lives [1997]
Aerosmith – Just Push Play [2001]
Aerosmith – Hookin’ On Bobo [2004]