Tampilkan postingan dengan label horror. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label horror. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Mei 2013

Kejadian Aneh: Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan

Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan
Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan - Bingung mau memberi judul apa, karena sangat membingungkan dan kejadianya sangat kebetulan sekali, Cerita tentang anggota militer Inggris, bernama Mayor Summerford, pada bulan Februari 1918, dia tersambar petir ketika bertugas di Flanders, setelah kejadian itu Mayor Summerfold mengalami kelumpuhan dari pinggang ke bawah. Ketika dia pindah ke Vancauver, petir kembali menyambarnya ketika dia sedang menyusuri pinggiran sungai dengan kursi rodanya pada tahun 1924, dua tahun kemudian dia meninggal. Peristiwa selanjutnya terjadi pada tahun 1930, ketika badai petir menghancurkan batu nisannya.

Jika nama anda Jean Marie Dubarry, lebih baik anda jangan menjadi orang Prancis

Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan
Pada tanggal 13 Februari 1746, Jean Marie Dubarry di eksekusi ditiang gantungan, karena terbukti membunuh bapak kandungnya. 100 tahun kemudian 13 Februari 1846, Jean Marie Dubarry yang lain, juga dieksekusi ditiang gantungan karena kejahatan yang sama.

Kematian Raja Umberto I

Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan
Pada tanggal 28 juni 1890, Raja Umberto dari Italia makan malam disebuah restoran di Monza, dia sangat terkejut mengetahui pemilik restoran itu sangat mirip dengan dirinya, dan juga bernama Umberto, lebih mengejutkan lagi Pemilik restoran itu memiliki istri bernama Margherita, sama seperti nama sang Ratu, fakta mengejutkan lain restoran ini berdiri pada hari yang sama dengan penobatan Raja Umberto sebagai raja Italia. Satu lagi fakta menarik, Baik Raja Umberto dan pemilik restoran dilahirkan pada hari dan tahun yang sama, 14 maret 1844.

Pada tanggal 29 juli 1900, Raja Umbert mendapat informasi, Umberto sang pemilik restoran terbunuh oleh penembak misterius. Beberapa jam kemudian, Raja Umberto dibunuh dalam suatu kerusuhan, dia di tembak empat kali oleh Gaetano Bresci di monza.

Petir Mengejar Hingga Tiga Generasi

Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan
Pada tahun 1899, orang-orang terkejut ketika seorang laki laki tewas oleh sambaran petir di tengah-tengah keramaian Taranto square, tigabelas tahun kemudian, anak laki-lakinya tewas tersambar petir di tempat yang sama. Pada 8 oktober 1949, cucu dari korban pertama sekaligus anak dari korban kedua, tewas terbunuh dengan cara yang sama.

Mark Twain dan Komet Halley

Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan
Publik mengenalnya dengan nama Mark Twain, Samuel Langhorne Clemens adalah nama sebenarnya dari tokoh kita kali ini. Mark Twain lahir pada tanggal 30 November 1835 ketika komet Halley melintas di dekat Bumi, dan meninggal ketika komet Halley melintasi bumi 75 tahun kemudian, pada tanggal 21 april 1910. Peristiwa kebetulan luar biasa ini diulas oleh "the father of American literature" yang bahkan mengatakan, jika komet Halley datang lagi tahun depan, pasti Mark Twain akan muncul lagi bersamanya.

Insiden yang Terjadi Menyerupai Cerita Novel

Kematian Yang Berulang-Ulang Yang Sangat Kebetulan
Pada tahun 1889, sebuah novel "Futility" ditulis oleh Morgan Robertson. Tidak ada yang istimewa dari novel ini, sampai pada tahun 1911, ketika kapal mewah Titanic tenggelam, pembaca novel ini menemukan kebetulan yang sangat luar biasa. Novel itu menceritakan sebuah perjalanan transatlantik pertama kapal mewah bernama Titan, ketika sebuah gunung es menenggelamkannya, pada bulan yang sama seperti tenggelamnya kapal Titanic. Bahkan penumpang dan perahu penyelamat sama persis jumlahnya.

Setelah peristiwa itu, Morgan Robertson menulis novel berjudul "Beyond the Spectrum" menceritakan tentang perang masa depan, dengan pesawat besar dan bom-bom dahsyat. Kemudian pada tahun 1941 pasukan Jepang mengobarkan perang Pasifik, setelah menyerang Pearl Harbour di Hawai, dengan pesawat dan bom seperti yang dilukiskan Morgan Robertson dalam novelnya.


Minggu, 19 Mei 2013

Danau Berisi 500 Tengkorak di India

img

Uttarakhand - Di dunia, banyak sekali destinasi yang sangat terkenal dengan misterinya. Begitu juga dengan Danau Skeleton di Uttarakhand, India. Danau ini terkenal dengan penemuan 500 tengkoraknya yang begitu misterius.

Pada tahun 1942, seorang penjaga hutan di Uttarakhand, India menemukan hal yang sangat misterius di Danau Skeleton. Danau ini berada pada ketinggian 16.000 mdpl. Lembah kecil ini memiliki air yang berasal dari cairan es Pegunungan Himalaya, seperti yang dilihat dari situs resmi Danau Skeleton, Rabu (15/1/2013).

Saat air masih membeku, danau ini memang terlihat biasa-biasa saja. Tapi setelah es mulai mencair, terlihat sesuatu yang sangat aneh. Ada banyak tengkorak di danau ini. Jumlahnya tidak main-main, ada sekitar 500 tengkorak.


img


Saat ditemukan, tengkorak tersebut terlihat berantakan. Ada yang di tengah, di dasar, dan di tepi danau. Banyak orang yang beranggapan bahwa telah terjadi pembunuhan massal di sini.

Asumsi lainnya kemudian muncul, bahwa tengkorak tersebut adalah para tentara Jepang yang meninggal karena ingin menyusup ke wilayah India. Lalu Inggris menugaskan tim untuk menginvestigasikan kebenaran dan asal-usul tengkorak tersebut. Para ilmuwan mengatakan, tulang, daging, dan rambut yang masih menempel di tengkorak menandakan bahwa ternyata tengkorak tersebut bukanlah para tentara Jepang yang meninggal.

Bertahun-tahun, banyak orang yang bertanya-tanya tentang misteri tengkorak tersebut termasuk para traveler. Tapi kemudian, titik terang mulai terlihat setelah pada tahun 2004 para ilmuwan datang untuk meneliti.

Ternyata, 500-an tengkorak tersebut ada 2 jenis. Hal itu dibuktikan dari tes DNA yang dilakukan para ilmuwan. Jenis yang pertama adalah manusia dengan badan yang cukup tinggi. Belakangan diketahui mereka adalah para traveler yang ingin berziarah ke India lewat jalur Himalaya. Jenis yang kedua adalah warga setempat, terlihat dari postur tubuhnya yang tidak terlalu tinggi.

Anehnya, semua tengkorak yang ditemukan ternyata mati dengan cara yang sama. Ada luka bekas pukulan di kepala dan pundak mereka. Luka tersebut bukan dari senjata, tapi dari sesuatu yang berbentuk bulat. Lalu, apakah mereka dibunuh oleh sekelompok orang?

img

Jawabannya adalah tidak. Ternyata, mereka mati karena tertimbun bola es. Secara mengejutkan, bola-bola es berukuran besar menggelinding dari puncak gunung. Traveler dan penduduk asli di Danau Skeleton kemudian menyelamatkan diri mereka di lembah ini. Karena tidak adanya penghalang, akhirnya mereka tertimbun hidup-hidup di sini. Hiii!

Tetapi, kisah seram tersebut ternyata tidak menyurutkan para traveler untuk datang kembali. Selain karena misterinya, Danau Skeleton juga menjadi tempat favorit wisatawan yang ingin mendaki gunung di kawasan Uttarakhand. Kawasan ini dikenal memiliki pemandangan yang indah. Di beberapa tempat juga terdapat salju abadi. Anda berani?


img 

Kamis, 22 November 2012

Sebuah Kisah Urban Legend Lagu Love Rollercoaster

love-rollercoaster.jpg
Love Rollercoaster adalah sebuah lagu yang di ciptakan oleh Ohio Player dan lagu ini dirilis pada tahun 1975 dan sangat populer. Di dalam lagu ini ternyata terdapat keanehan yaitu adanya suara lain yang tidak ada hubunganya dengan lirik lagu, kalian dapat mendengarkan suara aneh ini pada menit 2:30 dan kalian dapat mendengar dengan jelas suara tersebut, ternyata suara tersebut adalah suara dari Jeritan Seorang Wanita yang menurut kabar sedang di bunuh.
Ohio Player menginginkan cover album yang menarik untuk album terbaru mereka dan mereka berhasil menyewa seorang model cantik untuk berpose sebagai cover album mereka. Di dalam konsepnya, sang model memegang sebotol madu dan membiarkan madu tersebut menetes ke dalam mulutnya dengan sendok. Namun, selama pemotretan, mereka memiliki sebuah kendala yaitu dalam momen sebuah madu yang menetes di mulutnya, ternyata madu tersebut terlalu kental dan sangat sulit untuk meleleh, kemudian agar madu tersebut cepat meleleh dan menetes, para anggota dari manajemen Ohio Player telah memanaskan madu agar terlihat cepat mencair sehingga akan menetes lebih mudah. Sayangnya, mereka memanaskan madu itu terlalu panas dan ketika sang model meneteskan madu itu ke mulutnya, ternyata mulutnya terbakar, karena madu itu terlalu panas untuknya. Dan sang model mendapat luka yang sangat serius di bibirnya dan luka tersebut tidak bisa menghilang dan membekas sehingga menjadikanya cacat permanen, dan tragis ia tidak mendapatkan pekerjaan lagi dari dunia model karena terdapat bekas luka di mulutnya.
Beberapa waktu kemudian setelah pemotretan selesai, di dalam studio Ohio Player sedang menjalani sebuah rekaman lagu terbaru mereka yang berjudul "Cinta Rollercoaster. Saat mereka sedang melakukan sebuah rekaman, tiba-tiba saja Sang Model yang telah menjadi cover mereka, masuk ke dalam studio dengan lancang dan memasang wajah murka, dan ia mengancam akan menuntut pihak Ohio Player ke pihak kepolisian karena mereka telah membuat cacat di mulutnya. Kemudian sang model tersebut memasuki ruang kontrol musik rekaman untuk bertemu dengan Manajer Ohio Player. Selama mereka melakukan rekaman lagu, sang Manajer diduga telah berargumentasi dengan sang model melalui kekerasan dan akhirnya Manajer tersebut telah menikamnya dengan menggunakan pisau sampai sang model tersebut menghembuskan nafas terakhir di dalam ruangan kontrol musik, sehingga Jeritan dari sang model tersebut telah berhasil terekam di dalam soundtrack lagu Love Rollercoaster.

Minggu, 18 November 2012

Kisah Legenda, Hantu Perempuan yang Mengungkap Pembunuhan Dirinya

Pada sore bulan Januari 1897, Erasmus Shue alias Edward, seorang pandai besi, menyuruh anak laki-laki tetangganya menemui Elva, istri yang telah ia nikahi selama tiga bulan.

Siapa tahu sang istri butuh sesuatu dari pasar. Tapi ketika anak laki-laki itu berjalan melalui pintu depan rumah pondok itu, ia menemukan tubuh Elva yang tak bernyawa di kaki tangga.




Anak itu terdiam sesaat, tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Tubuh wanita itu terentang lurus dengan kaki menyatu. Satu lengannya ada di sisi tubuh dan lengan satunya berada di dada. Kepalanya menghadap ke satu sisi.

Awalnya anak itu mengira Elva sedang tertidur di lantai. Ia melangkah mendekatinya, memanggil pelan, "Mrs. Shue?" Ketika wanita itu tidak merespon, anak itu panik dan berlari keluar rumah. Dia memberitahu ibunya apa yang ia temukan dan sang ibu memanggil dokter dan koroner, George W. Knapp.

Knapp tidak kunjung datang ke ruma Shue hingga hampir sejam. Ketika ia tiba, Shue sudah pulang, membawa jasad istrinya ke kamar tidur, membersihkan dan memakaikan pakaian, dan membaringkannya di tempat tidur.



Elva Zona Heaster Shue


Dia mempersiapkan jasad istrinya untuk pemakaman dibalut gaun berleher tinggi dengan kerah kaku dan menempatkan selendang untuk menutupi wajahnya.

Knapp hendak memeriksa jasad itu, Shue membuai kepala istrinya dan menangis. Ketika Knapp mencoba memeriksa leher dan kepala Elva, Shue memberontak. Knapp tidak ingin mengganggunya lebih lagi, sehingga ia pun meninggalkannya.

Ia tidak menemukan ada yang salah pada bagian-bagian tubuh yang ia periksa dan juga telah merawat Elva selama beberapa minggu sebelumnya, sehingga ia memutuskan mengubah penyebab kematiannya dari "pingsan berkepanjangan" menjadi "komplikasi masa kehamilan."

Jasad Elva dibawa ke rumah masa kecilnya di Little Sewell Mountain dan dimakamkan. Shue bertingkah aneh selama pemakaman. Ia berjalan di dekat peti mati, melakukan sesuatu pada kepala dan leher Elva.

Ia menutupi kepala istrinya dengan selendang tambahan yang sebenarnya tidak cocok dengan gaun pemakamanannya, tapi Shue berkeras bahwa itu adalah selendang favorit istrinya. Ia juga menyangga kepala mayat istrinya dengan bantal dan kain yang digulung.

Tingkahnya itu sangat aneh, tapi para tamu menganggap itu sebagai bagian dari proses pemakaman. Shue secara umum disukai orang sehingga tak ada yang mencurigainya.


Intuisi sang ibu

Kecuali Mary Jane Heaster, ibu Elva. Dia tidak pernah menyukai Shue, bahkan tanpa bukti apapun, dia yakin bahwa pria itulah yang membunuh putrinya.

Ia berharap Elva bisa memberitahunya apa yang terjadi. Ia kemudian berdoa agar entah bagaimana caranya Elva kembali dari kematian dan mengungkapkan kebenaran tentang kematiannya. Dia berdoa setiap malam selama berminggu-minggu, hingga akhirnya doanya terjawab.




Heaster mengatakan putrinya muncul dalam mimpinya selama empat malam berturut-turut dan bercerita. Awalnya, rohnya muncul sebagai cahaya yang terang, kemudian mengambil bentuk manusia dan membuat ruangan terasa dingin.

Hantu Elva mengaku pada ibunya bahwa Shue telah menyiksanya dengan kejam, dan suatu malam suaminya menyerangnya dalam kemarahan karena dia pikir Elva tidak memasak daging untuk makan malam.

Shue mematahkan lehernya, kata hantu itu sambil memutar kepalanya ke belakang. Kemudian hantu Elva berbalik dan berjalan pergi, menghilang kedalam gelap sambil memandang ibunya.

Heaster pergi ke jaksa penuntut lokal, John Preston untuk meminta kasus itu dibuka lagi. Tidak diketahui apakah Preston memercayai kisah hantu itu atau tidak, tapi Heaster berhasil membujuknya untuk mulai menanyai orang di seluruh kota.

Tetangga-tetangga Shue dan teman-temannya mengatakan tentang kebiasaan aneh lelaki itu saat di pemakaman, dan Dr. Knapp mengakui bahwa pemeriksaannya pada jasad Elva tidak lengkap.




Akhirnya Preston melakukan otopsi secara lengkap, dan beberapa hari kemudian, jasad Elva digali meskipun Shue menyampaikan keberatannya. Knapp dan dua dokter lainnya membaringkan jasad itu di sebuah gedung sekolah untuk dilakukan pengujian.

Koran lokal, The Pocahontas Times, kemudian melaporkan bahwa, "Pada tenggorokan terdapat bekas jari yang mengindikasikan bahwa dia dicekik ... bahwa lehernya bergeser antara tulang belakang pertama dan kedua. Tulang belikat robek dan putus. Batang tenggorokan remuk pada titik di depan leher."

Jelas bahwa kematian Elva tidak alami, tapi tidak ada bukti yang merujuk pada pembunuhnya, dan tidak ada saksi. Tingkah laku aneh Shue sejak kematian Elva melekat di pikiran Preston sehingga ia mulai mencurigai pria itu.

Di saat yang sama, ibu Elva menjelaskan dengan tepat bagaimana putrinya dibunuh sebelum otopsi dilakukan. Mungkin justru dialah pelakunya, dan cerita hantu itu hanya akal-akalan untuk menjebak Shue.


Bukan korban yang pertama

Preston melanjutkan investigasi dan mulai menyelidiki masa lalu Shue. Dia pun mengetahui bahwa Shue pernah menikah dua kali sebelumnya. Yang pertama berakhir dengan perceraian saat Shue dipenjara karena mencuri kuda. Istri pertamanya itu kemudian mengatakan pada polisi bahwa Shue sangatlah kasar dan suka memukulinya.

Pernikahan keduanya berakhir hanya delapan bulan dengan kematian misterius sang istri. Sebelumnya, di penjara, Shue membual bahwa ia akan menikah tuju kali selama hidupnya. Kematian istri keduanya dan sejarah kekerasan Shue memiliki hubungan yang tipis tapi cukup bagi Preston untuk menggiringnya ke pengadilan.

Mary Jane Heaster menjadi saksi jaksa, dan Preston berusaha untuk menghindari bagian tentang hantu putrinya itu, karena akan dianggap sebagai desas-desus belaka.

Untuk membuktikan bahwa dia tidak dapat dipercaya, pengacara Shue menanyakan Heaster secara ekstensif tentang kunjungan hantu putrinya. Taktik itu berhasil, Heaster menolak meragukan laporannya.

Banyak anggota masyarakat yang tampak percaya pada cerita Heaster, dan Shue tidak melakukan apapun untuk membela diri, hanya mengoceh dan meminta para juri "untuk melihat ke wajahnya dan katakan dia bersalah."

Greenbrier Independent melaporkan bahwa pernyataan dan sikapnya tidak membantu membuat para pengunjung sidang bersimpati padanya. Juri berunding hanya selama sejam sepuluh menit sebelum menjatuhkan putusan bersalah.

Shue dihukum penjara seumur hidup, tapi tewas segera setelah terjadi wabah campak dan peneumonia yang menyerang penjara itu dalam musim semi 1900. Ny. Heaster hidup hingga tahun 1916, dan tidak pernah menyangkal cerita tentang hantu Elva.




Penanda sejarah di Greenbrier County dibuat untuk memperingati kematian Elva dan kasus pengadilan yang tidak biasa itu. Menjadi satu-satunya kasus dimana hantu membantu memenjarakan seorang pembunuh.

Rabu, 07 November 2012

Misteri Fenomena Poltergeist

Sejak lama kita telah mengenal adanya fenomena aneh seperti rumah hantu, pertanda-pertanda kemunculan hantu dan sebagainya. Poltergeist bisa dikatakan membawa kejadian-kejadian aneh tersebut. Poltergeist dalam bahasa Jerman diterjemahkan sebagai "roh yang berisik" atau "hantu yang berisik". Parapsikolog menyebut fenomena ini sebagai "Recurrent Spontaneous Psychokinesis" (RSPK). Namun, fenomena apakah sebenarnya poltergeist itu? Bisakah dinalar secara logika?

Fenomena Poltergeist memiliki beberapa karakteristik umum antara lain:
1. Barang-barang yang bergerak sendiri, bahkan benda-benda yang berat
2. Pintu dan jendela yang dibuka/ditutup oleh mahkluk tak kasat mata
3. Suara erangan, jeritan, ledakan, tumbukan, goresan, ketukan di lantai, pintu, dan dinding.
4. Langkah-langkah berat
5. Tempat tidur yang bergetar
6. Bau busuk
7. Kebakaran misterius
8. Gangguan fungsi peralatan listrik
9. Penampakan dan bahkan serangan fisik
10. Lemparan batu, bata, bahkan kotoran.

Tanda pertama yang biasanya muncul dalam kejadian poltergeist adalah lemparan batu, rumah-rumah korban dibombardir oleh batu atau bata kadang selama beberapa hari (atau bahkan minggu) sebelum fenomena tak terjelaskan yang lain muncul. Aktivitas poltergeist sangat mungkin menjadi dalang kekacauan di Rumah Hantu Amityville.

Poltergeist dalam Sejarah
Sebuah point yang sangat penting tentang fenomena poltergeist adalah bahwa ia telah muncul sepenjang sejarah dalam banyak budaya dan umumnya memiliki karakteristik yang sama. Sejarawan pada abad pertama Yahudi, Josephus, menggambarkan fenomena "kepemilikan" yang saat ini lebih dikenal sebagai poltergeist.

Jacob Grimm, menulis dalam bukunya Deutsche Mythologie, menjelaskan sejumlah kasus, termasuk didalamnya kejadian mengenai batu-batu yang dilemparkan, orang ditarik keluar dari tempat tidur, terdengar ketukan dan suara keras, dll. Pendeta dan penulis Giraldus Cambernsis menggambarkan sebuah rumah di Pembrokshire yang dihuni roh jahat, dikatakannya banyak benda yang dilempar, pakaian yang dicabik-cabik, dan 'roh' bahkan bicara secara terbuka tentang rahasia2 orang.

Selama beberapa ratus tahun terakhir, lebih banyak kasus terkenal yang terjadi, termasuk kasus 'Tedworth Drummer' di Inggris pada 1661, dimana sebuah drum yang dimiliki seorang pengemis yang sedang dipenjara bermain sendiri ditemani fenomena lain seperti kursi yang dilempar, tempat tidur dengan pelayan di atasnya tiba-tiba terangkat, dan banyak suara menggaruk yang keras.

Kasus Poltergeist Enfield dan Mackenzie
Dua kasus modern yang terjadi adalah "Enfield Poltergeist" dan "Mackenzie Poltergeist".

Enfield Poltergeist adalah serangkaian kejadian poltergeist yang terjadi di Inggris antara agustus 1977 dan september 1978, ditambah ledakan pada Agustus 1980. Fenomena itu terjadi di Enfield London utara disebuah rumah yang disewakan pada Peggy Hodgson, single parent dengan empat anak.

Selama waktu tersebut, furnitur pindah sendiri, terdengar suara ketukan di dinding, mainan anak -anak dilemparkan dan menjadi terlalu panas jika disentuh, genangan air di lantai, angin dingin, serangan fisik, munculnya graffiti, malfungsi dan kerusakan pada berbagai peralatan, dan bermacam benda dilempar disekeliling rumah. Setelah mengunjungi rumah tersebut, George Fallows, seorang reporter senior untuk Daily Mirror, menyarankan agar Society for Psychical Research (SPR) dipanggil untuk menyelidiki.
Enfield Poltergeist

Serangkaian kejadian menegangkan pada sebuah kasus yang dikenal sebagai poltergeist Mackenzie (dan konon masih terjadi) pada 1999 di Greyfriars Kirkyard, Edinburgh. Peristiwa tersebut dipicu oleh seorang tunawisma yang bermalam di sebuah mausoleum milik Sir George Mackanzie yang meninggal pada 1691.

Sir George Mackanzie selama hidupnya dikenal sebagai penganiaya haus darah dan aktivis Presbiteraian. Tunawisma tadi tidak sengaja membuat kerusakan di peti mati Sir Mackenzie, dan tiba-tiba ia berlari dan menjerit setelah menyaksikan terror di tempat tersebut. Ia ditemukan oleh polisi dalam keadaan mengigau. Sejak saat itu banyak fenomena aneh pada malam hari bermunculan di Kirkyard dan area sekitarnya.
Mackenzie poltergeist

Rumah di sekitar terganggu oleh benda-benda yang berterbangan. Sedangkan pengunjung situs sendiri mengalami perasaan panas atau dingin yang ekstrim, menderita luka dan memar dari penyerang yang tidak diketahui, tenggorokan mereka dicekik, mantel mereka ditarik, bahkan mereka bisa tak sadarkan diri oleh kekuatan tak terlihat.

Penjelasan Fenomena Poltergeist
Jadi apa yang menyebabkan fenomena poltergeist? Selain pengakuan palsu dan berlebihan yang meskipun berlaku untuk beberapa kasus, tidak berarti berlaku untuk semua. Teori yang populer adalah poletergeist disebabkan oleh manusia, terutama gadis remaja. Para peneliti percaya bahwa remaja bermasalah secara tidak sadar memanipulasi obyek menggunakan psikokinesis, jenis energi yang dihasilkan otak. Manurut peneliti dari Pusat Penelitian Rhine Institut Parapsikologi di Duke University, Durham, North Carolina, aktivitas poltergeist adalah expresi fisik dari trauma psikologis.

Namun, penjelasan yang lebih natural sering menjadi penyebab dari fenomena poltergeist. Elektromagnetik Interference (EMI) telah ditemukan dibalik satu poltergeist. Dan ada peningkatan jumlah bukti yang menunjukkan bahwa hal itu bisa menjelaskan lebih banyak kasus.

Mungkin pengetahuan tersebut bisa membantu menjelaskan kasus poltergeist seperti pada Eleonore Zugun dan Carol Compton (baca manusia api). Namun ini tidak menjelaskan bagaimana daya yang dihasilkan cukup untuk memindahkan benda-benda seperti furniture yang berat, atau ruang mandi dengan bebatuan, membuat objek muncul entah dari mana, atau memulai kebakaran.

Ada juga sejumlah kasus poltergeist pada orang yang tidak memiliki masalah psikologis sama sekali, ada juga fenomena poltergeist pada sebuah keluarga yang bahkan tidak ada remaja sama sekali didalamnya. Lalu apa penjelasannya? Selain itu bahwa ada jutaan remaja bermasalah di seluruh dunia, tapi sebagian besar tersebut tidak menyebabkan aktivitas poltergeist. Peneliti lain telah menunjukkan bahwa entitas roh bertanggung jawab atas poltergeist. Namun 'roh' secara ilmiah tidak bisa diselidiki, meskipun ada rekaman suara yang menarik dari kasus poltergeist Enfield.

Namun, jika kita hitung, kejadian ekstrim yang diduga aktivitas poltergeist sendiri adalah berlebihan. Meskipun demikian, sampai sekarang belum ditemukan penjelasan yang cukup meyakinkan untuk fenomena poltergeist. Kasus-kasus poltergeist secara signifikan menunjukkan karakteristik yang serupa selama periode waktu yang sangat lama dan dalam budaya yang sangat berbeda. Keanehan dan ke-konsistennya mungkin membuat poltergeist menjadi misteri abadi yang tidak dapat dijelaskan.

Kamis, 13 September 2012

Misteri Kutukan Voodoo Dalam Boneka pelaut

Di Museum Fort East Martello, Florida terpajang sebuah boneka berseragam kelasi Angkatan Laut Amerika awal abad 20 sambil memangku anjing. Robert The Doll, demikian nama boneka ini. Kisah misteri berbalut urband legend menyelimuti keberadaannya, hingga akhirnya harus ditempatkan dalam sebuah museum.

Barbara Weibel
Boneka ini dulu milik seorang pelukis dan penulis Key West, Robert Eugene Otto. Sekitar awal tahun di abad 20 (terdapat banyak pendapat, ada yang menyebut 1896, ada pula 1903 dan 1906) -- di saat Eugene masih kecil, ia diberi hadiah boneka oleh salah seorang pelayan kulit hitam yang sangat senang pada keluarga Otto.

Saking senangnya, Eugene segera menamakan bonekanya Robert. Namun, mulai banyak kejadian aneh dalam keluarga itu. Mulai terdengar suara tawa asing, berbagai kekacauan dan kerusakan, sampai laporan para tetangga yang melihat penampakan mengerikan Robert. Yang paling parah, Robert sepertinya memperbudak Eugene hingga bocah tersebut shock dan ketakutan.

Orang tua Eugene mengatakan mereka sering mendengar anaknya berbicara dengan boneka itu dan bahwa boneka itu tampak berbicara kembali. Meskipun pada awalnya mereka menganggap bahwa Eugene itu hanya menjawab dirinya sendiri dengan suara berubah, mereka kemudian percaya bahwa boneka itu sebenarnya berbicara.

Tetangga mengaku melihat boneka itu bergerak dari jendela ke jendela ketika keluarga itu keluar. Keluarga Otto bersumpah bahwa kadang-kadang boneka itu akan memancarkan tawa menakutkan dan bahwa mereka melihat sekilas berjalan dari kamar ke kamar.

Di malam hari Eugene akan berteriak, dan ketika orang tuanya berlari ke kamar, mereka akan menemukan furnitur terguling dan Eugene di tempat tidur, terelihat sangat takut, memberitahu mereka bahwa "Robert telah berhasil!".
Hingga Eugene dewasa, menjadi seniman, dan akhirnya meninggal pada tahun 1974, boneka itu tertinggal di loteng sampai rumah itu dibeli lagi. Keluarga baru termasuk seorang gadis berusia sepuluh tahun, yang menjadi pemilik baru Robert. Tak lama sebelum gadis itu mulai berteriak di malam hari, mengklaim bahwa Robert pindah sekitar ruangan dan bahkan berusaha untuk menyerangnya berkali-kali.

Akhirnya boneka Robert dipindahkan menjadi koleksi Fort East Martello Museum. Kabarnya, kejadian mengerikan itu terus berlanjut sampai museum tempat tinggal Robert sekarang. Termasuk kisah yang beredar agar tak sembarangan mengambil foto Robert, atau ia akan marah.

Dalam etalase tempat Robert dipajang, berserak surat dari beberapa pengunjung yang merasakan seramnya Robert. Salah satu isi suratnya seperti ini:
Sejak kunjungan kami ke museum, kami banyak dirundung kemalangan.

Saya mengalami sakit gigi yang awalnya jarang terjadi. Dua hari kemudian, angin topan menyerang dan kami harus dievakuasi dari pulau tempat kami berlibur. Adik ipar saya juga terkena masalah pada kesehatannya.

Ipar saya ini tinggal di Clearwater. Setelah banyak masalah yang kami alami selama liburan, akhirnya ia kembali ke rumah... hanya untuk mengalami kejadian harus dievakuasi lagi dari rumahnya. Ia membawa dua kucingnya menuju rumah orang tuanya di Winter Haven dan berakhir buruk karena diserang badai lagi. Keluarga tersebut mengalami dua hari tanpa listrik.

Saat saya tiba di Miami untuk pulang ke Indianapolis, pesawat yang kami tumpangi rusak. Hari berikutnya, saat tiba di Indiana, saya pergi ke dokter gigi. Ternyata gigi ini sudah bengkak hingga harus dirawat hingga akarnya.

Semalam kami megalami badai petir. Rumah kami dihantam kilat - tidak cuma sekali, tapi DUA KALI! Kami mencabut semua aliran listrik, tapi terlambat. 3 pesawat TV rusak berikut cakram satelit (parabola).

Tolong sampaikan ke Robert kalau kami tak bermaksud membuatnya marah dan kami mohon maaf bila kami telah melakukannya. Fotonya tidak mendatangkan kebaikan, walau terlihat ia duduk manis untuk saya. Maukah ia mengambilnya kembali?

Cindy Lye.
Entah, apakah surat ini benar terjadi. Barbara Weibel, blogger yang juga mengambil foto Robert dan menceritakan isi surat di atas tak melaporkan bencana seperti yang dialami Cindy Lye.

Atau mungkinkah Barbara lebih berhati-hati agar Robert tak marah. Ia sempat melihat seekor kucing yang melintas di dalam museum. Begitu menatap etalase tempat Robert dipajang, kucing itu terlihat takut dan menjauh, tak berani mendekati sang boneka pelaut terkutuk.

Sabtu, 24 Maret 2012

Misteri 4 Jenis Hantu Jepang Yang Suka Menampakkan Diri

1.Onryou
welcome to my world

Onryou adalah hantu yang menaruh dendam kepada orang lain pada semasa hidupnya dan biasanya setelah meninggal ia akan gentayangan untuk membalas dendam kepada orang-orang tersebut.

Penampakan Onryou biasanya digambarkan sebagai berikut :
1.Rambut panjang terurai.
2.Memakai kimono putih.
3.Pergelangan tangan menjuntai ke bawah.
4.Biasanya kaki tak tampak menjejak tanah.

2.Ubume
welcome to my world

Dalam kepercayaan masyarakat Jepang, Ubume adalah sosok hantu wanita yang meninggal ketika mengandung (lalu melahirkan dalam kubur) sehingga meninggalkan anak yang masih bayi dan hantu tersebut selalu kembali untuk merawat anaknya dengan membawa gula-gula.

Apabila di Indonesia hantu ini sejenis dengan Kuntilanak atau Sundel Bolong. Penampakan Ubume hampir sama dengan penampakan Onryou, hanya kisah asal muasalnya saja yang berbeda.

3.Funa Yuurei
welcome to my world

Funa Yuurei adalah hantu yang berasal dari manusia yang tewas di tengah lautan. Mereka biasanya menampakkan diri pada penumpang kapal dan berpura-pura meminta bantuan kepada para penumpang, setelah itu mereka akan membalikkan kapal tersebut sehingga semua penumpang meninggal.

4.Zashiki Warashi


Zashiki Warashi adalah hantu yang berwujud anak-anak yang seringkali nakal daripada membahayakan. Hantu ini bisa juga disebut Zashiki-bokko. Zashiki bisa diartikan sebagai penutup lantai rumah atau tatami sedangkan Warashi adalah hantu anak-anak.

Penampakan Zashiki Warashi adalah seperti anak kecil yang berusia sekitar 5 atau 6 tahun. Berambut cepak dan berwajah merah. Apabila di Indonesia hantu seperti ini disebut tuyul. Biasanya hantu anak-anak ini berkeliaran di sekitar rumah dan hantu ini mencari perhatian dengan cara yang bermacam-macam, seperti meninggalkan jejak kaki di lantai, membunyikan musik di ruang tamu atau tiba-tiba duduk di atas futon. Hantu ini paling senang menampakkan diri pada anak kecil. Mungkin karena usia mereka sebaya.
welcome to my world