Senin, 12 Desember 2011

Kejadian nyata yang mirip film final destination

Masih kuatkan di pikiran anda tentang kecelakaan pesawat Air France yang jatuh di Samudra Atlantik bulan Juni tahun 2009 yang lalu? Pesawat ini menghilang dari pantauan radar 1000 KM Timur Laut pulau Fernando de Noronha, Brazil. Kecelakaan tersebuat adalah kecelakaan paling parah yang pernah dialami Air France. Harusnya ada genap 300 orang yang meninggal, namun 2 orang lagi, terselamatkan secara tak sengaja.
[Image: 33554443_blog]
Pernah lihat film Final Destination, dimana ada seseorang yang terhindar dari kematian namun kematian tersebut terus mengejar-ngejar seseorang tersebut?
Yup, kejadian mengerikan itu memang benar-benar terjadi di kehidupan nyata kita. Seorang perempuan yang terlambat ke bandara karena suatu hal, harusnya ditakdirkan meninggal dan menggenapi para korban meninggal menjadi genap 300 pada kecelakaan pesawat Air France.
Dia adalah Johanna Gonthaler, warga negara Italia yang sedang berlibur bersama suaminya di Brazil telah memesan tiket untuk penerbangan 447 ke paris. Pasangan tersebut datang terlambat di bandara Rio de Janeiro pada 3¹Mei 2009 yang lalu. Empat jam setelah penerbangan ke paris, 228 orang penumpang dinyatakan tewas setelah pesawat itu jatuh ke samudra Atlantik.
Pasangan itu kemudian mengambil penerbangan lain ke Eropa pada hari berikutnya dan sedang dalam perjalanan ke rumah mereka di Provinsi Bolzano Bozen, Italia.
Disinilah Johanna Gantheler bertemu dengan kematianya. Sehari setelah tragedi Air France 447. Mobilnya berbelok ke jalur yang berlawanan di sebuah jalan di Kufstein, Austria, dan mengarah ke sebuah truk yang mengarah padanya.
Ini adalah murni kecelakaan dan tidak ada unsur sabotase. Tapi kemiripan dengan cerita film Final Destination ini cukup mengerikan. Yup, terkadang fakta memang terlihat bodoh, aneh, dan menyeramkan. Mungkinkah ini terjadi pada Anda? Serahkan saja hidup dan mati kita pada-Nya.

JOHN F KENNEDY TULIS MEMO RAHASIA UFO UNTUK CIA?


Seorang penulis mengklaim menemukan benang merah soal UFO, CIA, dan pembunuhan Kennedy.

Cerita yang mengombinasikan pembunuhan Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy dengan UFO adalah 'tambang emas' bagi para penganut teori konspirasi. Tapi, itulah yang diklaim penulis, William Lester.

Dalam risetnya, ia mengklaim menemukan memo yang ditulis Kennedy untuk CIA. Sang Presiden minta informasi rahasia soal UFO.

Dalam memo yang tak pernah terungkap sebelumnya, tertera tanggal 12 November 1963. Isinya, Kennedy memerintahkan direktur CIA untuk memberinya data-data soal UFO, dan menjelaskan padanya, hal-hal yang dirahasiakan. Sepuluh hari kemudian, 22 November 1963, JFK tewas tertembak. 

Dokumen itu menambah amunisi bagi misteri seputar tewasnya Kennedy. Namun pertanyaan paling penting: apakah dokumen itu asli?

Lester, peneliti dunia paranormal dan penulis buku "A Celebration of Freedom: JFK and the New Frontier" mengaku ia mendapatkan memo itu, dan dua launnya dari CIA di bawah UU Kebebasan Informasi.

"Pemerintah secara reguler membuka dokumen setelah jangka waktu tertentu, Anda bisa meminta dokumen-dokumen itu," kata Lester seperti dimuat Space.com, 21 April 2011. Ia mengaku mendapatkan memo tersebut tahun 2006 atau 2007 lalu.

Lester mengklaim, temuan yang ia dapat adalah benang merah keyakinan penganut teori konspirasi bahwa, CIA membunuh Kennedy untuk mencegahnya menguak tabir UFO. "Jika Kennedy tahu soal isu kini dari NASA atau CIA, siapa yang bisa menjamin, dia tak akan mengungkapkannya ke publik?" kata dia.
Lester mengatakan, diduga Kennedy tertarik soal UFO karena tiga hal: Ia khawatir Uni Soviet (musuh saat itu) menganggap UFO sebagai pesawat AS yang melakukan aksi provokasi. Kedua, mungkin dia tertarik soal penjelajahan luar angkasa, dan yang ketiga, sang Presiden khawatir makin banyaknya penampakan UFO.
Namun, klaim Lester diragukan. Seorang teknisi di museum JFK di Boston mengaku, tak bisa menemukan kopi karbon memo itu di arsip kepresidenan -- yang menyimpan semua kopi surat Kennedy. "Kami melakukan riset ke dalam arsip Presiden untuk mencoba menemukan bukti surat 12 November 1963 kepada Direktur CIA, John McCone," kata teknisi tersebut. Namun, tak ada.

Selain itu, formatnya tak sama dengan memo rahasia yang ditulis Kennedy selama masa pemerintahannya.

Minggu, 11 Desember 2011

Profil Andy sixx 'Bvb'


Andy six, Andy juga memiliki nama lengkap 'Andrew Dennis Biersack',lahir di Milwaukee, Wisconsin, tetapi pada usia muda  dia pindah Cincinnati, Ohio.

Pada usia 13 tahun dia mempunyai berat yang tidak biasa pada umumnya anak usia 13 tahun dan diapun memutuskan untuk menurunkan berat badannya, dia juga adalah  salah satu anak yang dipuja untuk olahraga hitam, tentu saja banyak orang yang mengataka dia lepas dan aneh, tak banyak pula yang mengejek dia, menyebutnya dengan sebutan 'homo' dan 'emo' .

pada umurnya 14 tahun dia tidak lagi memutuskan untuk menurunkan berat badannya dan dia harus menata rambutnya dan tiba-tiba 'emo' fashion datang di kehidupannya dan pada saat itu dia tidak lagi menjadi pecundang untuk anak-anak yang memanggilnya 'homo' .

Andy juga memulai karir musiknya pada usia 14 tahun dan menamai bandnya dengan 'Biersack' dengan beberapa teman-temannya berpartisipasi di dalamnya dan memainkan lagu cover lama mereka "Alkaline Trio" and "the Misfits" dan pada saat ia menyadari bahwa orang-orang tampaknya menikmati lagu-lagu mereka Andy menyadari dia harus melakukan sesuatu yang lebih dan lahirlah "Black Veil Brides "

Slipknot Biography

[Image: 002.jpg]

Pada tahun 1995 Shawn Crahan, Paul Gray, Kun Nong, Donnie Steele dan Anders Colsefini, 5 orang yang dikenal sebagai musisi dariDes Moines, Iowa, memutuskan untuk memulai sebuah band baru. Tapi band ini tidak akan menjadi band umum. Mereka ingin band inimenjadi band yang lain daripada yang lain! Slipknot pada awalnya memiliki Anders Colsefini sebagai vocalist, Shawn Crahan sebagai drumer, Paul Gray pembetot bass, Kun Nong dan Donnie Steele sebagi pemain gitar. Mempunyai keinginan untuk menjadi sempurna, mereka mencoba untuk merekrut musisi terbaik Des Moines untuk menyelesaikan band.


Salah satu musisi, Shawn, memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru, sesuatu yang asli dengan band yaitu Topeng. “Kami memutuskan untuk memakai topeng sehingga orang hanya akan berkonsentrasi pada musik kami, bukan pada apa yang mereka lihat.”, katanya. Selain itu, bukan hanya bermain dengan satu set drum, band memutuskan untuk menambah dua set perkusi untuk membuat mereka sebagaimusik agresif. Nong kun, sang pemain gitar, meninggalkan band ini di bulan Februari. Shawn,yang merasa bosan, memutuskan untuk mencoba memainkan perkusi agar dia bias tampil di depan panggung, dan meninggalkan posisi drumer kepada teman dari Paul Gray,yaitu Joey Jordison. Pada awalnya Joey merasa ragu-ragu, namun akhirnya Joey bergabung dengan band ini pada bulan Mei. Band kemudian direkrut Josh Brainard sebagai gitaris kedua. Dia sudah beberapa kali bermain dengan mereka dan langsung menerima tawaran itu.



Mereka bersama-sama melakukan pertunjukan beberapa kali di bawah nama “Meld”, “The Pale Ones”, “PyGSYSTEM” … Mereka akhirnya memilih nama yang sempurna untuk proyek mereka, mengambil nama dari salah satu lagu mereka, “Slipknot” (perpaduan yang kemudian melahirkan lagu yang luar biasa “(sic)”). Pada bulan Desember, band tiba di studio dari SR Audio, di mana mereka bekerja untuk enam bulan berikutnya. Dengan hasil akhir dari semua upaya mereka yaitu EP mereka, “Mate. Feed. Kill. Repeat.”



Slipknot kemudian memutuskan untuk mencoba menampilkan CD live pertamanya dan mengikuti kompetisi band yang bernama “Battle Of Bands,” di mana semua band-band papan atas band dari Des Moines ikut berperan serta. Pada saat itu,mereka bertemu band dari Des Moines yang bernama “Stone Sour,” yang mempunyai Frontman seorang pemuda yang enerjik dan menarik yaitu Corey Taylor. Slipknot kemudian melibas habis band-band tersebut dan berhasil memenangkan juara-1 pada kompetisi “Battle Of Bands”.

Pada tahun 1996 Donnie Steele memutuskan untuk meninggalkan band ini karena dia tidak sejalan dengan Slipknot yang menganut trash metal-oriented music. Kemudian seorang teman dari Joey’s, Craig Jones, mengambil alih tempatnya. Pada bulan April, Craig,yangbenar-benar freak komputer, memilih untuk bekerja pada samples,ketika Mick Thompson, seorang instruktur gitar,menjadi guitaristpada band itu. Band menjadi semakin kuat dan terkenal setiap harinya.Shawn,Joey dan anggota band yang lain selalu menghabiskan malam mereka untuk berbicara tentang proyek di garasi dimana Joey bekerja. Mereka kemudian memutuskan untuk menyewa seorang manajer, hingga akhirnya mereka merekrut seorang jurnalis muda, Sophia Jones, seseorang yang mendukung mereka dari awal. Ketika orang itu ditanya mengapa ia memutuskan untuk menjadi seorang manajer dari band gila, dia menjawab: “Karena jika Anda bertanya kepada saya, Slipknot akan bermain di Ozzfest, akan menjual lebih dari satu juta album dan menjadi cover depan dari Majalah Rolling Stone! ! “. “Mate. Feed. Kill. Repeat.” Langsung menjadi sebuah kesuksesan besar di Des Moines.


Pada tahun 1997 ketika Slipknot melakukan pertunjukan di Dodfest, suatu festival, seorang pemuda bernama DJ Sid Wilson, alias DJStarscream, melihat mereka dan sangat menyukai musik mereka. Sayangnya, kualitas sound system yang hari itu begitu buruk lalu terjadi perselisihan antara Joey dan Shawn karena buruknya sound selama pertunjukan hingga akhirnya Joey memutuskan untuk meninggalkan band. Namun, ia kembali ke band tersebut sebulan kemudian. Lalu Slipknot dan Stone Sour bertemu lagi di Runway, sebuah klub yang dimiliki oleh Shawn. Slipknot terhipnotis oleh suara Corey dan kemudian memintanya untuk bergabung dengan band ini. Diaditerima. Dan akhirnya Corey pun bergabung dengan Slipknot. Ia pun membuat sebuah kerangka lagu yang nantinya akan menjadi sebuah hits “ME INSIDE”.



Band kemudian kembali memasuki SR Audio studio untuk merekam sebuah versi baru “Mate. Feed. Kill. Repeat.” . Corey’s pun ikut di dalam band Namun, menyebabkan beberapa masalah. Anders, tidak menerima kenyataan bahwa ia telah “tertinggal”, ia lalu mengumumkan kepada penggemar untuk meninggalkan band ini di akhir konser. Akhirnya Band ini mulai merekrut anggota-anggota baru. Diantaranya Greg “Cuddles” Welts, seseorang yang tidak akan pernah ragu untuk melakukan sesuatu yang bodoh diatas panggung. Sid akhirnya juga bergabung dengan band yang luar biasa ini setelah kebetulan, ia berada di salah satu moshpit konser mereka dan ketika itu Shawn turun ke dalam moshpit untuk berperang dengan yang lainnya. Dan akhirnya Shawn yang terluka akibatitu dibawa oleh Sid kerumah sakit. Hingga akhirnya Sid yang meminta untuk bergabung karena ia merasa cukup gila untuk bergabungdidalam petualangan band tersebut diterima oleh Shawn

Pada tahun 1998 Sophia Jones, manajer, melakukan contact kepada Ross Robinson untuk mengenalkan bandnya, sebenarnya Ross benar-benar tidak tertarik untuk mendengarkan mereka, tetapi akhirnya ia melakukan perjalanan ke Iowa untuk mendengar latihan mereka. Selama sesi berlangsung, semua orang berada dibawah tekanan dan semuanya banyak melakukan kesalahan. Joey bahkan melakukan kesalahan yang sangat fatal,karena secara tidak sengaja melemparkan salah satu drumsticknya ke wajah Ross! Tapi keajaiban terjadi,Ross Robinson benar-benar menghargai apa yang ia dengar dan memutuskan untuk memberikan kesempatan. Ia pergi ke salah satu dari konser mereka di Runways dan totally Hypnotized by the show!!! Dia segera meminta band untuk merekam CD untuk mereka! Tetapi 6 bulan kemudian, Slipknot masih belum memberikan kabar, sehingga Ross segera menghubungi Joey melalui panggilan telepon dan 48 jam kemudian, Slipknot berada di studio Roadrunner untuk merekam album pertama mereka! Pada bulan Juni, Cuddles dikeluarkan dari band untuk beberapa alasan yang tidak diberitahu. Dia diganti oleh Chris Fehn, yang menjadi percussionist yang terkenal dengan topengPinokio nya. Selama rekaman, band menemui banyak seniman lainnya seperti Kiss, Robert Flynn dari Machine Head dan Casey Chaos dari Amen. Josh mengundurkan diri dari band sebelum akhir rekaman, lalu posisinya kemudian digantikan oleh James Root, seorang pemain gitar yang berusaha mati-matian untuk membuatnya keluar dengan band sebelumnya, Atomic Opera. Ini adalah formasi terakhir dari band:
[Image: group03.jpg]
# 8 / Vokal – Corey Taylor
# 7 / 1 Guitar – Mick Thompson
# 6 / Percussions – Shawn Crahan
# 5 / Samples – Craig Jones
# 4 / 2 Guitar – James Root
# 3 / Percussions – Chris Fehn
# 2 / Bass – Paul Gray (tewas 24/05/2010 akibat overdosis morfin dan fentanyl yang kabarnya biasa dikonsumsi)
# 1 / Drums – Joey Jordison
# 0 / DJ – Sid Wilson


Pada tahun 1999 Sophia Jones menggunakan lagi relasinya untuk membuat Slipknot tampil pada Ozzfest. Sebuah festival yang sudah menunjukkan hasil yang sukses. Pada 29 Mei, setelah beberapa debut yang menggemparkan walau masih malu-malu, “Slipknot” akhirnya mencapai puncak Dunia dengan lebih dari 2 juta copy terjual dalam waktu satu tahun. Video pertama mereka, “Welcome to our neighbourhood” juga berdiri diatas puncak dan membabat habis DVD lainnya, bahkan oleh Madonna dan Shania Twain sekalipun. Album Tour mereka pun juga meraih sukses, band ini membuat pertunjukan yang paling gila dari yang pernah ditampilkan, seperti drum yang ditambah diberi peluncur api, stage 3 meter hanya untuk melakukan aksi diving DJ Sid, dan banyak Pentagram dilukis pada dinding di bagian belakang pemandangan .



Ketika tahun 2000 Slipknot banyak berpartisipasi pada festival lainnya seperti “Rock Am Ring” dan “Dynamo Open Air”, di mana mereka diterima di publik yang sangat besar, Pada akhir tahun, Slipknot masuk lagi ke studio untuk ke-2 kalinya. Untuk kembali memproduksi album mereka, yang sekali lagi dibantu oleh Ross Robinson.



Pada tahun 2001 adalah tahun tergila yang pernah ada, 9 setan bertopeng kembali lagi di Ozzfest. Sekaligus merilis album kedua mereka: “Iowa”. Hal ini tentu menjadi salah satu album terbaik yang anda pernah dengar dari mereka. Dengan “Iowa”, band ini benar-benar menunjukkan kualitas mereka dan Tour pun segera dimulai kembali, kali ini untuk “Pledge of Allegiance” Tour, bersama Mudvayne, Rammstein dan SOAD.



Tahun 2002 diadakan Sebuah konser besar!!!! (15,000 fans) yang seluruhnya telah dimasukkan ke dalam film dan dijadikan DVD kedua mereka, “Disasterpieces”. Slipknot juga menulis versi baru “My plague”, yang telah dipilih untuk soundtrack resmi film”ResidentEvil”. Corey juga muncul dalam soundtrack “Spiderman” dengan band lainnya, Stone Sour, sementara Joey memulai band lain bernama“Murderdolls”. Stone Sour yang telah sukses besar di Amerika Serikat sedangkan Dolls semuanya meledak di Eropa.



Tahun 2003 merupakan tahun yang penuh dengan masalah. Dimulai dengan Corey, yang terlalu sibuk dengan Stone Sour sehingga sedikit melupakan Slipknot. Kemudian Joey yang sibuk dengan Tour band Murderdolls nya. Tidak ada kabar sama sekali dari band Slipknot hingga bulan September, ketika Shawn juga akan mencoba untuk memulai proyek solo sendiri: “To My Surprise “, yang tidak diketahui benar-benar untuk berapa lama ini berlangsung. Ketika band kembali memasuki Roadrunner studio pada akhir tahun, beberapa anggota band menjadi marah dengan Joey karena dia menulis 7 lagu untuk dirinya sendiri,ia mencoba membawa band ini lebih kearah darken style ketika Corey ingin mencoba sesuatu yang lebih seperti Rock. Band akhirnya mengumumkan bahwa album baru akan mungkin akankeluar pada musim semi 2004.



Pada tahun 2004 Selama 6 bulan band melakukan rekaman bersama Rick Rubin (SOAD, Slayer). Beberapa kali, Rick meminta mereka untuk menulis beberapa lagu baru, hal ini menunjukkan tanda-tanda tidak baik. Tetapi 24 Mei, hanya sehari sebelum album baru, Slipknot melakukan konser rahasia di London. Warga Eropa ini lah yang pertama kali mendengarkan album baru mereka: “Vol.3:The Subliminal Verses“. “Duality” adalah single pertama dari album mereka, dan kita bisa mengatakan bahwa pada album ini adalah versi Slipknot yang jauh berbeda dari apa yang kita dengar dari mereka sebelumnya. Band banyak menghilangkan kegilaan dari “Iowa” dan album ini dibuat lebih mirip Rock, tapi masih dipengaruhi oleh Trash dan Extreme metal scene. Band ini kemudian menuju Eropa, di mana mereka ikut ambil bagian di banyak festival, di Ozzfest lagi dengan Hatebreed, the Fury Fest “dan” unholy Alliance Tour “. The 2nd single, “Vermillion pt.1″ diluncurkan dengan menampilkan video yg cukup aneh … Dimana pada video tersebut semua angota band memakai topeng yang menyerupai wajah asli mereka! “Vermillion pt.2″ juga diluncurkan, namun video ini cepat berlalu karena terlihat gila. Setelah Show besar di Paris dan Tour di India, band kembali ke Amerika Serikat hanya untuk liburan musim dingin.



Tahun 2005 diawali seperti akhir-akhir tahun sebelumnya.yaitu dijalan!!! Slipknot melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk Vol.3 The Subliminal Verses tour. Mengumumkan bahwa rekaman album berikutnya akan dilakukan di akhir 2006, kemudian band ini merilis “9,0: Live”, double album live pertama mereka. Ini adalah sukses besar di seluruh dunia: 350000 salinan telah terjual hanya di Amerika Serikat! Stone Sour sekarang merencanakan rekaman album ke-2 mereka dan Murderdolls terpecah belah, karena itu mereka mencoba untuk memutuskan apa yang akan terjadi kepada mereka selanjutnya.



All Hope Is Gone (2008-2009)



Slipknot merilis album keempat mereka yaitu All Hope is Gone pada 20 Agustus 2008. Ini merupakan album pertama Slipknot yang dapat meraih puncak no.1 di Billboard 200. Persiapan untuk album dimulai pada bulan Oktober 2007 dan akhirnya memulai rekaman pada Februari 2008. Bersamaan dengan album ini,Slipknot jg merubah tampilan topeng mereka. Perubahan ini memang ditujukan untuk menyamakan dengan style album baru mereka.


Mantan anggota:

Kun Nong - Guitar (1995)
Anders Colsefni (Andrew Rouw) - Vocals (1995-1997)
Donnie Steele - Guitar (1995-1996)
Josh Brainard - Guitar (1995-1999)
Paul Gray - Bass (1995-2010) R.I.P.
Greg "Cuddles" Welts - Percussion (1997-1998)

Diskografi:

1999 Slipknot (Roadrunner)
2001 Iowa (Roadrunner)
2004 Vol. 3: The Subliminal Verses (Roadrunner)
2005 9.0: Live (Roadrunner)
2008 All Hope Is Gone (Roadrunner)

Aerosmith Biography

[Image: aerosmith_concert_2010.jpg]
Aerosmith


Dibentuk pada tahun 1969 di Sunapee, New Hampshire, dengan Steven Tyler sebagai drummer dan Joe Perry (Gitar), lalu bergabung lah Tom Hamilton (Bass). Setahun berikutnya Joey Kramer (Drum) bergabung menggantikan Steven Tyler sehingga Tyler dapat menjadi Vokalis seutuhnya. Formasi pun dilangkapi oleh seorang gitaris muda berbakat Brad Whitford. Mereka pun pindah ke Boston pada akhir tahun 1970. Setelah bermain dari klub ke klub di Massachusetts dan New York selama dua tahun, mereka pun mendapatkan kontrak pertamanya dengan perusahaan rekaman (Columbia Records) pada tahun 1972. Debut album mereka yang diberi judul seperti nama band mereka 'Aerosmith' dirilis tahun 1973 dengan lagu 'Dream On' sebagai single pertamanya. Rilis album ini diikuti oleh tur Amerika pada tahun berikutnya. Setahun berikutnya mereka kembali merilis album yang diberi judul 'Get Your Wings' (th 1974).

Album ketiga mereka dirilis tahun 1975 (Toys In The Attic), album ini merupakan terobosan baru bagi mereka baik dari segi komersial maupun dari segi artistik. Dalam proses rekamannya, mereka mulai melakukan pengembangan dan eksperimen untuk sound. Album ini menuai banyak kritikan maupun pujian. Single pertama pada album ini 'Sweet Emotion' mampu menerobos masuk chart Top 40 pada musim panas tahun 1975, dengan album 'Toys In The Attic' yang mencapai peringkat 11. Album baru mereka berikutnya 'Rocks' yang dirilis tahun 1976 mampu menyabet Platinum.


Pada awal 1977, Aerosmith mulai mempersiapkan materi untuk album keempatnya yang kemudian dirilis pada akhir 1977. 'Draw the Line' adalah hit berikutnya yang menduduki peringkat 11 chart di Amerika. 'Live! Bootleg' hadir pada akhir tahun 1978 dan menjadi sukses berikutnya setelah mampu nangkring di peringkat 13. Setelah merilis album berikutnya 'Night In The Ruts' paatahun 1979, Joe Perry keluar dari band dan membentuk Joe Perry Project. Seperti album- album sebelumnya, album ini juga mendapat sambutan hangat dan mampu menduduki tempat ke 14 chart. Kemudian band ini kembali kehilangan personelnya saat Brad Whitford keluar pada awal tahun 1980 dan membentuk band yang bernama Whitsford-St. Holmes, bersama gitaris Derek St. Holmes (ex-Ted Nugent).


Jimmy Crespo (Gitar) dan Rick Duffay (Gitar) bergabung mengisi kekosongan formasi Aerosmith, dan bersama personel barunya mereka merilis album 'Greatest Hits' pada akhir 1980. Penjualan album ini mampu mencapai lebih dari 6 juta copy. 'Rock in Hard Place' dirilis tahun 1982 dalam formasi barunya. Pada tahun 1984 Joe Perry dan Brad Whitford kembali bergabung, mereka pun mengadakan tur reuni yang dijuluki 'Back in the Saddle'. Pada awal tur, Tyler 'ambruk' di panggung, hal ini membuktikan bahwa mereka belum bisa keluar dari kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan. Ditahun berikutnya Aerosmith merilis album 'Done with Mirrors', album pertama dengan formasi awal setelah tahun 1979 sekaligus album pertama bersama Geffen Records. Namun sayangnya album ini tidak se-sukses seperti 'Rock in a Hard Place'.


Setelah merilis Done with Mirrors, Tyler dan Perry masuk program rehabilitasi untuk menyembuhkan dari kecanduan alkohol dan narkoba. Pada tahun 1987 mereka merilis 'Permanent Vacation', dalam album ini mereka bekerja sama dengan penulis lagu hard rock profesional seperti Holly Knight dan Desmond Child, dari kerja sama ini mereka menghasilkan beberapa hits seperti 'Dude (Looks Like a Lady)','Rag Doll', dan 'Angel'. Album ini terjual sebanyak 3 juta copy.


Album 'Pump' dirilis tahun 1989, dan terjual sebanyak 4 juta copy. Single 'Love in Elevator', 'Janie's Got a Gun' dan 'What it Takes' mampu menghantui Chart Top Ten. Aerosmith merilis Get a Grip pada tahun 1993 yang juga masih di produseri oleh Bruce Fairbrain seperti album Permanent Vacation dan Pump. Album ini mengikuti sukses dua album sebelumnya bersama hit single 'Livin on Edge','Cryin', dan 'Amazing'. Pada tahun 1994 Aerosmith kembali merilis album, kali ini berjudul 'Big Ones'. Album ini mampu meraih penghargaan double Platinum.


Saat mereka mencapai puncak popularitasnya,di awal 90-an Aerosmith menandatangani kontrak jutaan dolar dengan Columbia Records, kendati mereka masih berhutang dua album dengan Geffen Records. Tak sampai tahun 1995, mereka telah dapat memulai rekaman pertamanya bersama label barunya, hampir 5 tahun sejak penandatanganan kontrak tersebut. Album Nine Lives mereka garap bekerjasama dengan Kevin Shirley pada tahun 1996. Berbagai masalah seta kendala muncul saat penggarapan album ini, hingga Tim Collins, sang manajer yang juga bertanggung jawab untuk membawa band ini pulih dari kecanduan akhirnya dipecat. Setelah pemecatan tersebut, Collins menyebutkan bahwa Tyler telah kembali menggunakan obat-obatan.


Dibawah tekanan keadaan yang sedang mereka hadapi, proses rekaman pun menjadi terasa sangat sulit untuk diselesaikan. Akhirnya album ini dirilis tahun 1997, dilanjutkan dengan album 'The live A Little South of Sanity' pada tahun 1998. Album berikutnya adalah 'Honkin on Bobo' (2004), bersama dua album live DVD-nya (You Gotta Move, dan Rockin' The Join). Album lainnya yaitu 'Devil's Got a New Disguise: The Very Best of Aerosmith' hadir di tahun 2006.

Anggota
Steven Tyler
Joe Perry
Brad Whitford
Tom Hamilton
Joey Kramer

Mantan Anggota
Ray Tabano
Jimmy Crespo
Rick Dufay

Diskografi
Aerosmith – Aerosmith [1973]
Aerosmith – Get Your Wings [1974]
Aerosmith – Toys In The Attic [1975]
Aerosmith – Rock [1976]
Aerosmith – Draw The Line [1977]
Aerosmith – Night In The Ruts [1979]
Aerosmith – Rock In Hard Place [1982
Aerosmith – Done With Mirrors [1985]
Aerosmith – Permanent Vacation [1987]
Aerosmith – Pump [1989]
Aerosmith – Get A Grip [1993]
Aerosmith – Nine Lives [1997]
Aerosmith – Just Push Play [2001]
Aerosmith – Hookin’ On Bobo [2004]

Sejarah band Saosin

[Image: Saosin.jpg&sa=X&ei=GzQ9T...n2xWWUfn-g]
SAOSIN


Saosin adalah salah satu band asal Newport Beach, California, yang dibentuk tahun 2003, band yang terdiri dari Cove Reber (vokal), Beau Burchell (gitar), Chris Sorenson (bass), Justin Shekoski (gitar), dan Alex Rodriguez (drum) ini alirannya menjurus ke hardcore punk ataupun punk rock, namun sekarang ini sudah banyak yang bilang sedikit lembut atau kurang greget dikarenakan lebih banyak melakukan eksperimen dalam bermusik.
Meskipun banyak penilaian kalau band ini justru membawakan aliran Emo suatu aliran yang sama-sama asalnya dari punk rock ataupun hardcore punk dimana warna musiknya kedengaran lembut tapi hentakan beat-nya ekspresif dengan emosi pengusungnya, dimana warna musik ini diusung semisal My Chemical Romance dan Panic At The Disco. Aliran Emo saat ini lebih mengarah kepada style 'gaulnya' si bintang rock dengan para fans-nya. Maka wajar jika dibilang sama atau mirip, karena para personel Saosin sendiri berasal dari aliran yang berbeda-beda namun tetap bercirikan warna alternative punk rock.
Post Hardcore yang diusung Saosin terdengar seperti menahan emosi, kedengarannya keras tetapi ritme yang dimainkan mereka lambat. Aliran ini memang mementingkan keseimbangan disonansi dan nyanyian, jadi kesannya lambat banget. Meskipun gitu tetap asik untuk dinikmati, dan gak sampai disitu aja isi lirik lagu dekat sama kehidupan remaja dan pemberontakan dengan pembawaan energik kalau di panggung. Coba aja simak lagu You're Not Alone mengajak orang untuk optimis untuk menghadapi masalah. Atau juga Burry Your Head, meskipun menyeramkan tapi maknanya dalam banget memberikan pesan bagi kita untuk instropeksi diri

Album sekarang

Jangan lagi menunggu track-track fenomenal seperti Seven Years, You're Not Alone, ataupun Voices karena kali ini nampaknya saosin mencoba untuk menjadi lebih 'sopan'. Tapi jika kamu adalah penggemar berat saosin jangan khawatir dalam track pertama mereka, I Keep My Secret Safe, saosin membuktikan jika mereka masih seperti dulu. Begitu juga saat mendengarkan track On My Own dan Is This Real. Teriakan Cove Reber masih terdengar garang dan menyatu dengan betotan bass Chris Sorenson dan raungan gitar Justin Shekoski dan Beau Burchell. Sayangnya di beberapa lagu lainnya, usaha mereka nampaknya tak terlalu keras seperti dalam karya-karya sebelumnya. Kadang malah terdengar anti klimaks. Band ini rupanya memberikan ramuan baru dengan menggunakan hook anthem-like chorus ataupun ritme catchy di dalam verse mereka. Dan nampaknya hal ini terdengar agak aneh karena biasanya band seperti saosin memilih untuk meningkatkan tekanan musik mereka di bagian chorus. Dengar saja Changing atau What Were We Made For dan On My Own yang sebenarnya cukup bagus kalau saja tidak terlalu panjang. Dalam Nothing Is What It Seems, intro-nya mengingatkan pada You're Not Alone. Namun bedanya, saosin menurunkan sound mereka lebih rendah lagi. Ditambah dengan back vocal wanita yang sedikit 'menghiasi' love band ini, saosin tak bisa dikatakan sedang mencari jati diri karena mereka bukan lagi sophomore band yang baru menetas dari telurnya, namun bisa jadi album ini dijadikan sebagai suatu eksperimen, walaupun album terbaru ini agak mengecewakan jika dibandingkan dengan album dan EP mereka sebelumnya, tapi saosin tetap salah satu band alternative rock post hardcore yang patut diacungi jempol

sorry klo kependekan ^_^

nih saya kasih bonus

[Image: cd-cover.jpg&sa=X&ei=ljQ...OFFoci_Mjg]
QUEEN

Queen adalah heavy metal band yang didirikan pada tahun 1971 setelah gitaris Brian May dan drummer Roger Taylor, yang ketika itu merupakan anggota band yang berlainan, memutuskan bergabung dengan vokalis dan pemain piano Freddie Mercury. Kemudian beberapa waktu berikutnya bassist John Deacon bergabung dengan mereka dan pada tahun 1972 mereka menandatangani kontrak dengan EMI Records. Single pertama mereka "Keep Yourself Alive" dirilis tak lama setelah itu, tapi tidak laku dengan baik. Kemudian Queen album perdana mereka keluar tahun '73 dengan mengkombinasikan hard rock glam falam albumnya.

Ketika sampai tahun 1974 band mereka menjadi besar dengan album ketiga Sheer Heart Attack. Album merka menjadi nomor dua di Inggris dan album single "Killer Queen" menjadi band yang paling nge-Hit di US. Mereka juga mulai membuat nama untuk diri mereka sendiri, terutama Mercury yang dari awal selalu berpakaian satin dan ketika tampil di panggung ia selalu penuh atraktif dan penampilanya dipanggung layaknya seperti pentas drama.

A Night At The Opera adalah salah satu album yang dirilis pada tahun 1975 yang membuat mereka menjadi superstar. Album ini menempati posisi nomor lima di AS, dan di Britania menempati posisi nomor satu dan berada di posisi tersebut selama sembilan minggu. Album tersebut memiliki sebuah single yang memiliki komposisi musik layaknya opera dengan durasi single tujuh menit yaitu "Bohemian Rhapsody", sebuah opera mini yang ditulis oleh Mercury. Itu adalah sebuah lagu rock opera yang benar-benar terdengar seperti opera, bahkan dipadukan dengan khas dentingan gitar ala hevy metal. Dengan banyak vocal yang mendayu, pukulan drum yang keras, mellow piano, sehingga menjadikan lagu yang yang paling disukai bagi fans mereka. Tapi A Night At The Opera juga memiliki lagu-lagu hebat lainnya dan semua anggota band membantu menuliskan beberapa di antaranya termasuk Diakon's "Your My Best Friend", yang sempurna untuk Merkurius suara, dan Taylor's heavy metal lead vokal, drum yang berdebar-debar "I'm in Love With My Car".

Album berikutnya, A Day At The Races, dirilis pada tahun 1976 yang meledak dengan single, "Somebody To Love". Kemudian album berikutnya dirilis pada tahun '77 yaitu album News of the World dengan double single berjudul "We Will Rock You" menjadikanya menempati top ten tangga lagu, ditulis oleh Mei, dan Mercury "We Are The Champion". "Champions" adalah lagu yang cukup banyak membawa pesan dan sampai sekarang masih digunakan sebagai lagu kebangsaan untuk juara tim olahraga di seluruh dunia. Pada tahun 1978, Queen menjadi lebih sukses dengan merilis album Jazz yang satu lagi memiliki double A hit single, "Fat Bottomed Girls" dan "Bicycle Race".

Queen berada di puncak popularitas mereka saat mereka memasuki dekade 80-an. Album The Game dirilis di awal tahun 1980. Album ini berisi empat lagu hit di US yaitu, "Crazy Little Thing Called Love," an Elvis like song, dan yang terdengar agak disko " Another One Bites the Dust " dan "Play the Game". Lagu "Save Me" juga salah satu single dari albu tersebut yang meledak di Inggris. Apa pun alasannya, ini akan menjadi yang terakhir album Queen besar sesungguhnya di Amerika Serikat dan sebagai tahun delapan puluhan mereka tampaknya terus memudar di sana. Tapi kembali ke rumah di Inggris akan hal-hal yang masih kuat. "Under Pressure", yang direkam dengan David Bowie menjadi nomor satu di Britania pada tahun 1981 dan di tahun '84 mereka menjadi nomor dua di tangga lagu Inggris dengan "Radio Gaga". Kemudian mereka memainkan pertunjukan besar pada konser Live Aid benefit concert pada tahun 1985. Pada '86, A Kind of Magic terjual habis di Inggris dan seluruh Eropa, tapi gagal terjual sama sekali di Amerika Serikat. Nasib yang sama akan terjadi hingga 1989, The Miracle. 1991's sedikit lebih baik di AS, memuncak di nomor 30.

Namun pada awal 1991, band sudah mendekati akhir karirnya. Mercury sakit parah mengidap AIDS, meskipun para penggemarnya tidak mengetahui pada awalnya. Kemudian pada akhir tahun berita tersebut mulai meluas tentang kesehatan Mercury dan pada tanggal 22 November, ia mengeluarkan pernyataan yang membenarkan dia mengidap AIDS. Ia meninggal hanya pada dua hari kemudian. Anggota Queen yang masih hidup dan teman-temannya melakukan satu pementasan Queen terakhir. Itu diselenggarakan di Stadion Wembley London pada 20 Mei 1992 dan televisi di seluruh dunia. Menampilkan tamu seperti seniman Bowie, Elton John, George Michael, Annie Lennox, Def Leppard dan Guns N 'Roses, konser raised millions for the Mercury Phoenix Trust, yang didirikan untuk kesadaran AIDS. Juga pada saat ini lagu "Bohemian Rhapsody" dikeluarkan kembali untuk mengumpulkan dana sebagai proyek-proyek penelitian AIDS, dan melambung ke puncak tangga lagu Inggris. Lagu juga naik menjadi nomor 2 di US setelah ditampilkan dalam film Wayne's World.

U2 Band

  1. Meski U2 adalah band legendaris Irlandia. Hanya 2 orang personil yang asli Irlandia, Adam dan Edge berasal dari Inggris. Adam dari (kemungkinan) daerah sekitar London (Oxforshire), dan The Edge dari Wales.  Keduanya pindah ke Dublin saat mereka kecil. 
  2. 3 anggota U2 (Bono, Edge & Larry) adalah penganut Kristen fundamentalis dan ikut perkumpulan ekstrim Shalom, sedangkan Adam seorang sekular. Mereka sempat bersitegang pada awal 80'an, karena ketiga anggota tersebut bingung untuk memilih antara kepercayaan atau musik. 
  3. U2 tidak pernah memakai additional player/musisi tambahan seperti band lain pada umumnya. mereka memilih untuk memutar rekaman instrumennya atau bermain gitar dan keyboard ("New Year's Day) sekaligus daripada mengambil musisi lain. Paling banter, mereka hanya memakai dj yang bermain di belakang panggung.
  4. Pada salah satu konser pada tour Amerika di awal 1980'an Larry sempat berhenti memainkan drum pada salah satu lagu karena ada kesalahan teknis pada drumnya. Bono kesal dan langsung membanting drum set dengan mikrofonnya. Mencoba melempar Larry dengan perangkat drum.Personil paling muda itu ketakutan  dan langsung lari ke backstage. Bono mengejar Larry. Untung The Edge langsung menahan Bono. "Waktu itu saya melihatnya mengejar Larry untuk...menurut saya, mencekiknya..saya dan Adam langsung menaruh instrumen kami dan saya langsung menahan Bono kuat-kuat...saya nggak akan menampar atau memukulnya", The Edge menceritakan kejadian tersebut. Tapi menurut penuturan Larry, setelah kejadian tersebut Bono langsung memohon kepadanya supaya ia tidak dikeluarkan dari band, karena bagaimanapun Larry lah yang mendirikan band ini.
  5. Jangan bingung kalau kamu melihat cover album U2 pertama, Boy bukan pose seorang anak. Memang cover Boy ada 2 jenis. Kalau kamu melihat album Boy dengan cover personil U2, itu adalah cover versi Amerika, karena cover versi anak kecil itu dikritik oleh warga Amerika sehingga U2 harus menggantinya.
  6. Personil U2 nggak setinggi orang barat pada umumnya. The Edge & Adam kira-kira 178 cm. Bono 174 cm & Larry 171 cm !
  7. Setiap personil punya binatang peliharaan. Bono punya 2 anjing gembala jerman, Fanny & Angel. The Edge punya anjing bernama Fleetwood tapi kabur. Adam punya anjing yang punya nama Colin. Sedangkan Larry punya Missy (kucing) & J.J (anjing tapi sudah mati). Di album ATYCLB disebut nama Missy & Errol Brown. Kemungkinan nama kedua adalah nama peliharaan Larry yang baru. Kalau ditebak nama itu diambil dari vokalis Hot Chocolate yang menyanyikan "You're Sexy Thing" (ost. Full Monty).
  8. Jangan heran kalau ada yang mengatakan Bono & sahabatnya, Gavin Friday ada di tengah-tengah Gay Pride Parade tahun 1998 lalu. Bukan, mereka bukan gay atau mendukung perkumpulan tersebut. Saat itu mereka tersesat di San Fransisco, lalu melihat parade tersebut dan mengira itu adalah rombongan para koki Festival makanan yang sedang diadakan di kota itu. Sebelum sadar, Bono sempat komentar ke gavin, "wah, ternyata koki-koki bisa juga stylish...".
  9. U2 sempat jadi bintang tamu dalam serial kartun The Simpsons tahun 1998. 
  10. Kalau dihitung, ada 2 musisi yang benci sama U2. ex-Beatles, George Harrison yang bilang kalo U2 itu tidak berbakat, besar kepala, egois dan komersil. The Edge yang penggemar Beatles mengaku sedih banget dengan pernyataan Harrison. Tapi Bono justru mengacungkan jari tengah pada salh satu konser U2 di Inggris dan mengatakan, "Ini buat kamu, George". Sedangkan Neil Tenant dari Pet Shop Boys mengatakan kalau u2 itu sok tau. Padahal Pet Shop Boys sempat menyanyikan kembali "Where The Streets Have No Name". Lain lagi dengan Sinead O'Connor, yang bilang kalau U2 itu "full of bullshit" tapi kemudian minta maaf pada Bono. Mungkin Sinead sempat lupa kalau The Edge lah yang mengajak dia untuk rekaman saat Sinead belum terkenal. 




Bono
  1. Pada masa sekolah, Bono pernah ke sekolah dengan atribut ala punk Sex Pistols  untuk membuat joke. Tapi ternyata guru-guru dan adik kelasnya nggak ada yang bisa menangkap joke-nya. Bahkan ia kena batunya karena pacarnya, Alison (sekarang istrinya), langsung memutuskannya gara-gara itu. Untung aja Ali mau balik lagi.
  2. Bono sempat menjadi model untuk cover majalah Vogue bersama temannya, Christy Turlington.
  3. Tokoh The Simpsons favorit Bono adalah Maggie.
  4. Rekaman pertama yang dibeli Bono adalah Happy X-Mas (War is Over) dari John Lennon.
  5. Personil Spice Girls favorit Bono adalah Scary Spice (Melanie B.)


Larry
  1. Larry Mullen mengaku tidak menyukai album Passengers mereka. Kata The Edge, Larry tidak menyukainya karena saat rekaman drum-nya tidak begitu diperlukan.
  2. Tentang Larry suka Harley Davidson pasti udah pada tahu. tapi tahukah kamu kalau Larry pernah ngasih salah satu HD-nya ke seseorang ?, GRATIS. Hmmm, kebanyakan duit, ya?
  3. Larry pernah mengatakan sesuatu yang sangat aneh kalau dilontarkan oleh seorang rock star yaitu "all the sex and drugs in rock 'n' roll is so old, so boring and so pretentious". Ia mengatakan kalau mereka tidak perlu mengikuti image seperti itu untuk menjadi rockstar.
  4. Meski sudah berpacaran sejak pertengahan 70an. Larry dan Ann Acheson tidak pernah memutuskan untuk menikah. Mengapa ? nggak ada yang tahu pasti alasan mereka.
  5. Boy George, ex-vokalis Culture Club yang banci itu mengaku tergila-gila dengan Larry. Pernah suatu saat di backstage ZOO TV, Larry langsung ngabur ketika melihat Boy. Boy pernah berkata "Bono, if you still haven/t found what you're looking for, look behind the drum kit". Sepertinya Boy sudah beberapa kali suka drummer. Ia sempat pacaran dengan drummer Culture Club yang sekarang sudah insyaf alias nggak biseks lagi. Dan beberapa waktu lalu ia mengaku naksir drummer No Doubt !
  6. Larry menamai anak pertamanya Aaron Elvis. Pasti kamu tahu darimana nama tersebut diambil. Lalu ia juga menamai anak perempuannya dengan nama Ava dari artis terkenal Ava Gardner.
  7. Pada suatu wawancara Larry bicara seperti ini, "I look cool, i don't know about the other 3, but i look cool, I'm cool". Yeah, we know you're truly cool, Larry...
  8. Mungkin kebanyakan dari kita tahu kalau masa kecil Bono cukup menyedihkan dengan meninggalnya Iris, ibunya, saat pemakaman kakeknya Tetapi masa kecil Larry sebenarnya lebih mengharukan lagi, ia kehilangan adik perempuannya saat berumur 11 tahun dan ibunya karena kecelakaan mobil 4 tahun kemudian.


Adam
  1. Adam dikeluarkan dari sekolahnya karena mencoret dinding sekolah dan ia berbulan-bulan tidak mengikuti pelajaran. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya di bar untuk minum, drugs, dll. Tahun 1989, Adam ditangkap 2 kali karena di mobilnya terdapat mariyuana/ganja. Sejak itu, ia berusaha menjauhi diri dari hal tersebut. Sekarang, kabarnya ia sudah bersih.
  2. Adam suka banget pesta. Ia sangat menikmati glamour-nya dunia selebritis. Ia juga sempat bertunangan dengan supermodel, Naomi Campbell.
  3. Sebelum pindah ke Dublin, Adam sempat keliling dunia. Tinggal di Kenya, Afghanistan atau mengunjungi orang tuanya di Singapura. Ya, itung-itung dekat Indonesia.


The Edge
  1. The Edge adalah personil paling "produktif". Ia sudah memiliki 5 anak. 3 dari mantan istrinya, Aislinn yaitu Hollie, Arran dan Blue Angel. Dan Morleigh Steinberg yaitu Sian dan Levi. Sementara Bono menyusul dengan 4 anak yaitu Jordan, Eve, Eli dan 1 lagi akan lahir bulan Juni tahun ini. Kemudian Larry dengan 3 anak yaitu Aaron Elvis, Ava dan 1 anak laki-laki yang belum dipublikasikan namanya.
  2. The Edge mengaku kejadian yang paling buruk dalam hidupnya adalah berpisah dengan istrinya, Aislinn pada tahun 1990.