Selasa, 07 Juni 2011

Siapakah Edgar Allan Poe?


Edgar Allan Poe adalah salah satu penulis Amerika paling produktif di abad kesembilanbelas. Ia paling terkenal karena cerita-cerita pendek horor dan terornya dan juga karya syairnya yang panjang, “The Raven”. Sosok Edgar Allan Poe selalu menjadi sosok yang penuh teka teki di kalangan sastra dan begitu banyak orang yang memujanya. Nyaris di setiap negara bagian AS, ada perkumpulan Poe. Penulis-penulis cerita horor lainnya, terutama Stephen King, memiliki pandangan negatif terhadap tulisan Poe. Dalam novelnya, The Shining, King menyebut Poe sebagai “the great American hack” atau penulis bayaran Amerika terbesar . Meskipun demikian, karena cerita-cerita King juga bisa dilacak pada upaya-upayanya sendiri mengapa dia membuat kisah fiksi, kita bisa menganggap pendapat itu sebagai angin lalu.

Poe lahir di tahun 1809. Kedua orang tuanya adalah aktor. Setelah kedua orang tuanya meninggal hanya beberapa tahun setelah ia lahir, seorang pedagang bernama John Allan memelihara Poe. Kemudian Poe lebih memilih nama belakang Allan sebagai nama tengahnya. Selama beberapa tahun Poe tinggal di Inggris melewatkan masa kanak-kanaknya namun kembali ke AS di tahun 1820.
Pada tahun 1826 Poe masuk Universitas Virginia, namun kecenderungannya untuk berjudi dan minum sudah mulai tampak. Ia dikeluarkan karena tidak mampu membayar utang taruhannya, dan hal ini menyebabkan perpecahan antara Poe dan Allan. Dengan menggunakan nama dan usia palsu, Poe masuk ketentaraan di tahun berikutnya dan menjadi prajurit selama dua tahun.
Poe masuk Akademi West Point selama beberapa waktu namun dipecat dengan tidak hormat pada tahun 1830. Tiga tahun setelah itu merupakan tahun-tahun misterius bagi banyak orang tentang kehidupan Poe namun sebagian besar penulis biografinya mencatat kembali keberadaan Poe pada tahun 1833, ketika tulisan Poe, “MS Found in a Bottle”, memenangkan hadiah dalam sebuah sayembara cerita pendek.
Keberhasilan Poe ini kemudian membuatnya secara teratur mengirimkan tulisan ke tiga buah majalah dan kontribusinya itu termasuk beberapa karya terbaiknya. Pada saat meraih kesuksesan sebagai seorang penulis, pada tahun 1836 Poe menikahi sepupunya, Virginia Clemm, yang pada saat itu usianya hanya baru 13 tahun. Istri Poe itu kemudian menderita penyakit yang diperkirakan adalah aneurism atau stroke, dan menderita lumpuh di sebagian besar kehidupan perkawinannya.
Clemm meninggal pada tahun 1842 dan banyak orang menduga kematian ini menjadi penyebab terbesar Poe tenggelam dalam kecanduan alkohol dan opium. Meskipun demikian, jelas Poe sebenarnya sudah mengalami masalah dengan alkohol dan opium dan jalan hidup yang dilaluinya sebelum menikahi Clemm juga bisa dibilang kehidupan yang merugikan dirinya sendiri. Tujuh tahun kemudian, Poe menyusul Clemm, dan kematiannya ini tetap menjadi misteri hingga sekarang. Para sejarawan tahu bahwa pada tahun 1848 Poe mencoba bunuh diri, namun tahun berikutnya, entah bagaimana Poe tampaknya pulih kembali. Ia menghilang dari sebuah pesta ulang tahun di tahun 1849 dan kemudian ia ditemukan sedang terbaring meracau di sebuah selokan, dan meninggal tak lama setelah itu. Tidak ada seorang pun yang melihat apa yang terjadi pada Poe antara ia meninggalkan pesta ulang tahun itu dengan saat ia ditemukan dengan kondisi serius itu.
Karya-karya Edgar Allan Poe sebagian besar berupa puisi dan cerita pendek. Puisi berjudul “Annabel Lee”, diduga merupakan sebuah tribute bagi Virginia Clemm meskipun puisi itu ditulisnya beberapa tahun setelah kematian Clemm. Cerita-cerita pendek yang ditulis Poe merupakan cerita tentang kejahatan, rasa bersalah, dan kegilaan yang memikat. Tidak ada orang yang membaca cerita Poe lalu mengharapkan akhir cerita yang bahagia. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain “The Tell-Tale Heart”, “The Pit and The Pendulum”, “The Mask of the Red Death”, dan “The Fall of the House of Usher”. “The Black Cat” merupakan salah satu karya Poe yang paling menakutkan dan penulis artikel di situs wisegeek ini mengalami mimpi buruk selama seminggu setelah membacanya.
Banyak orang yang suka cerita-cerita detektif karangan Poe. Dua novel “detektif” Poe yang terkenal adalah The Murder of the Rue Morgue dan The Purloined Letter. Puisi-puisi karangannya, dengan pengecualian beberapa puisi, dipandang sebagai puisi amatiran jika dibandingkan dengan penulis-penulis pada masanya, khususnya dengan para penulis English Romantic.

Rabu, 27 April 2011

Ular Raksasa Sepanjang 17m Diketemukan di Cina

ular raksasa
Foto diatas adalah foto satu dari dua ular raksasa yang ditemukan oleh para pekerja Cina yang sedang mengerjakan proyek pembukaan jalan baru diluar kota Guping, provinsi Jiangxi.
Mereka awalnya sedang menggali tanah menggunakan bulldozer.
“Pada proses penggalian yang ketiga, si operator melihat ada darah pada tanah yang sedang digali. Dan pada proses penggalian berikutnya ular tersebut muncul dengan kondisi sekarat.”, kata sebuah sumber.
“Pada waktu yang hampir bersamaan, ular boa raksasa yang kedua muncul dengan mulut yang terbuka. Si operator bulldozer langsung ketakutan saat itu, dan bersamaan dengan pekerja lain mereka segera melarikan diri.”
“Ketika pekerja-pekerja tersebut kembali ke lokasi, ular boa yang terluka telah mati, sementara ular yang satunya lagi menghilang.”
Sumber tadi kemudian mengatakan, si operator bulldozer tersebut begitu trauma sehingga ia terkena serangan jantung dan dalam perjalanan ke rumah sakit ia meninggal.
Ular boa yang mati tersebut memiliki panjang 16.7m dengan bobot 300kg, dan diperkirakan berumur 140 tahun.
Namun, pemerintah Cina setempat menyangkal berita tersebut dengan mengatakan bahwa cerita dan foto yang tersebar di internet terlalu dibuat-buat.

9 Hewan Mitos Jepang yang Berkembang di Dunia Modern

Dulu sebelum ada yang namanya Anime Naruto yg memperkenalkan Biiju (尾獣) sebagai additional dalam anime ini, ternyata dalam legenda Jepang sendiri penggambarannya hampir sama dengan di dalam Anime Naruto masterpiece Masashi Kishimoto. Karena saya juga tertarik dengan yang namanya Jepang (apalagi budayanya) maka selidik punya selidik saya nyari nih semua yang berhubungan dengan Naruto, dan mengangkat Bijuu sebagai topik.

Biiju (尾獣) adalah makhluk-makhluk legenda dari mitologi Jepang. Kebanyakan dari mereka bertubuh besar dan berkekuatan menakjubkan. Mereka tersebar di seluruh daerah Jepang. Kekuatan chakra/stamina mereka diklasifikasikan melalui banyaknya jumlah ekor mereka. Seperti Shukaku si ekor satu memiliki kapasitas chakra terendah dari semua bijuu. Tidak semua bijuu bertubuh besar. Seperti Kaku, si luak berekor tujuh yang ukuran tubuhnya tidak terlalu besar. Bijuu dengan ukuran kolosal adalah Yamata no Orochi yang besarnya melebihi tujuh buah gunung. Ini dikarenakan kekuatan Kusanagi no Tsurugi yang sangat besar.

Para bijuu ini hanyalah mitos yang ada di Jepang. Kabarnya roh-roh mereka disegel di 9 kuil di Jepang. Para bijuu ini juga ada mahluk yang setengah dewa maupun peliharaan dewa. Raijuu dulunya adalah dewa sebelum kekuatan kegelapan Yamata no Orochi membuatnya menjadi monster. Nekomata juga adalah peliharaan dewa kematian.

Dalam legenda dan mitologi Jepang, dikenal adanya perang sembilan dewa atau "Ancient war of 9 Gods". Perang besar ini terjadi di masa lalu yang belum bisa diperkirakan kapan dan dimana. Peperangan ini adalah peperangan antar Yokai atau siluman yang memiliki kekuatan luar biasa dan disebut sebagai makhluk-makhluk setengah dewa. Mereka saling bertarung satu sama lain. Bahkan, Hokou dan Nekomata membentuk aliansi dan mencoba mendominasi pertempuran. Akhirnya hanya tersisa dua Bijuu yang setingkat dewa yang akhirnya akan menyelesaikan peperangan panjang dan melelahkan ini. Peperangan ini berakhir setelah Yamata no Orochi dan Kyuubi no Yokou bertemu dan bertarung selama 100 tahun. Kyuubi memenangkan pertarungan ini karena dia memiliki chakra yang tidak terbatas.

Partisipan peperangan ini adalah semua Bijuu yang ada dalam mitologi Jepang. Mereka semua akhirnya tersegel dalam kuil-kuil yang tersebar di seluruh Jepang. Berikut ini adalah daftar Bijuu yang mengikuti perang ini:
• Ichibi no Shukaku
• Nibi no Nekomata
• Sanbi no Isonade
• Yonbi no Sokou
• Gobi no Hokou
• Rokubi no Raijuu
• Shichibi no Kaku
• Hachibi no Orochi (Yamata no Orochi)
• Kyubi no Yoko

Disni yang akan di kupas ntuh tentang Bijuu berdasarkan Mitologi Jepang dan Anime nya.


Ichibi no Shukaku
Shukaku adalah Makhluk berbentuk seekor rakun atau Tanuki dalam Bahasa Jepang. Dulunya Shukaku adalah seorang pendeta dari Nara yang berubah menjadi monster karena kekuatan Yamata no Orochi. Dia lalu berubah menjadi rakun raksasa. Kepribadiannya sangatlah konyol dan senang bermain-main, sama seperti rakun pada umumnya. Dia hidup dari jiwa orang-orang yang mati karena pasir dan angin. Ia juga disebut sebagai dewa angin dalam mitologi. Dalam dongeng di Jepang, Tanuki dikenal sebagai arti dari Kesuburan dan Kemakmuran, laporan lain mengatakan ia adalah sebagai makhluk yang tidak berbahaya dan produktif (Karena besar perutnya kali ya). Ia di gambarakan dengan bentuk seperti Rakun Besar dengan Skrotum (cari di kamus ya,cz g pantes di jelaskan disni) yang berukuran raksasa yang mengantung di punggung dan dijadikan gendang.


Lukisan Tanuki

Patung Tanuki biasa ditemukan di halaman warung dan kafe di Jepang. Biasanya mereka memakai tutup kepala mangkuk dan memegang botol sake. Shukaku sendiri berarti "peminum" yang sesuai dengan gambaran Tanuki itu sendiri. Kebanyakan patung menggambarkan Tanuki dengan perut besar, dimana ada pula yang menggambarkan skrotum besar sebagai tradisi. Itu juga bisa berarti kesuburan dan kecukupan.

Peperangan 9 Dewa
Shukaku bertarung sebanyak lima kali, satu kemenangan atas Sokou, 3 kali kekalahan melawan Isonade, Nekomata dan Raijuu. Shukaku melarikan diri melawan Yamata no Orochi. Shukaku lalu berhasil disegel oleh bhiksu Nara bernama Oraga Nakashimu yang menggunakan serangkaian sihir. Lalu dia menggunakan alat kekuatan "Ketel Tanduk Rusa" dan menyegelnya di Kuil Angin. Shukaku juga melambangkan dewa angin, tingkat kekuatan Bijuunya ke-8 dan tingkat chakra/stamina miliknya adalah yang terlemah.

Shukaku dalam Naruto
Dalam dunia Naruto, Shukaku digambarkan sebagai monster pasir yang berasal dari arwah pendeta Suna yang disegel dalam ketel pasir. Shukaku bisa menggunakan jutsu-jutsu angin secara sempurna ketika inangnya tertidur. Efek samping dari Shukaku yang diinjeksikan ke dalam tubuh manusia ialah mimpi buruk terus menerus sehingga si inang akan menderita insomnia dan gangguan jiwa. Ini menjelaskan pola perilaku gaara yang tidak stabil dan haus darah (sebelum bertemu naruto). akan tetapi setelah bertarung habis habisan dgn naruto,gaara tiba tiba menjadi baik dan mulai ada perasan. karena itulah gaara diangkat menjadi Kazekage ke 5 di Sunagakure.

Nibi no Nekomata
Nekomata (二尾 | 貓又) adalah sebuah makhluk dari cerita mitologi Jepang, dipercaya sebagai sebuah metamorfosis dari kucing peliharaan. Ia berasal dari Hutan Kematian di utara Hokkaido dan konon pertama kali ditemukan di Hutan Iblis Hokkaido, ia berasal dari Hutan Kematian (berbeda dengan hutan iblis) di utara Hokkaido. Bentuknya berupa monster kucing hitam raksasa, yang terkadang ditampilkan dengan dua sayap malaikat berwarna hitam yang besar. Dia adalah peliharaan Dewa Kematian. Nekomata hidup dari memakan mayat dan jiwa-jiwa orang mati.



Ilustrasi Nekomata

Legenda mengatakan, awalnya Nekomanta hanyalah seekor kucing peliharaan yang sering disiksa pemiliknya. Setelah si kucing mencapai umur sepuluh tahun, secara perlahan buntutnya akan terbelah menjadi dua bagian, bersamaan dengan meningkatnya kekuatan nujum (shamanism) dan sihir (necromancy) si kucing. Beberapa orang yang mempercayai ini biasanya memotong ekor kucing mereka karena takut berubah menjadi monster.

Nekomanta memiliki berbagai macam ilmu sihir dan nujum, tetapi yang paling umum digunakan ialah membangkitkan orang mati dengan kehendaknya. Nekomata dikatakan dapat menciptakan dan mengontrol kematian dengan menggerakan buntutnya atau dengan gerakan kaki depannya. Nekomata memakan orang yang dibencinya, apabila pemiliknya lebih kejam, maka si kucing akan menjadi lebih sadis. Nekomata tidak akan pernah melupakan siksaan oleh seseorang dan akan menyimpan dendam selamanya pada orang tersebut. Bila orang itu sudah mati, maka kerabatnya akan didatangi oleh Nekomata dan dihantui terus menerus. Cara menenangkannya ialah memberikan penghormatan, permohonan maaf dan makanan.
Beberapa cerita rakyat Jepang juga mengatakan bahwa Nekomanta dapat merubah bentuk tubuhnya menjadi manusia; bagaimanapun, tidak seperti kebanyakan nekomusume, Nekomanta betina cenderung terlihat sebagai wanita tua, memiliki kepribadian buruk, dan selalu menebarkan aroma menyeramkan disekitarnya, yang jika dihirup dalam jangka waktu tertentu akan menyebabkan penyakit dan wabah.

Perang sembilan dewa
Dalam cerita mitologi Jepang perang sembilan dewa, Nekomata, yang memiliki simbol elemen kegelapan, mencoba untuk mendominasi peperangan. Ia membentuk Aliansi dengan Hokou untuk menyerang Kyuubi, namun usahanya gagal dan nyaris saja tewas dalam pertempuran. Dalam kondisi kritis, ia diselamatkan oleh dewa kematian. Dalam perang ini, Nekomanta tercatat bertarung dalam tiga pertarungan; 2 kali menang (melawan Kaku dan Isonade) dan satu kali kalah (Kyuubi).

Nekomata dalam Naruto
Dalam dunia Naruto, Nekomata digambarkan seperti iblis api berbentuk kucing raksasa, bertaring besar dan memiliki dua ekor. Dia disegel dalam tubuh Yugito, seorang Kunoichi dari Kumogakure. Dia mengatakan bahwa dia adalah ninja terkuat kedua disana.


Sanbi no Isonade
Isonade (三尾 | 磯憮) adalah sebuah makhluk dari cerita mitologi Jepang, berbentuk seperti hiu dengan tanduk di kepalanya serta memiliki tiga buah ekor dan tiga buah sirip, ia juga mampu mengendalikan air sesuai dengan keinginannya. Ia pertama kali ditemukan di perairan Yamagawa dan hidup di kedalaman perairan Jepang bagian barat. Setiap beberapa bulan dia akan keluar ke permukaan untuk menghirup udara. Ketika dia melakukan hal ini dia akan menimbulkan badai dan ombak di perairan sekitarnya, semua kapal didekatnya akan tenggelam dan kemudian dijadikan makanan oleh Isonade. Dia juga sering menyerang kapal-kapal yang berlayar di lautan bebas.
Isonade memiliki bawahan bernama Samehada yang hidup di dalam perut Isonade dan membantu menambah chakranya hingga lima kali besar. Makanan Samehada berasal dari sisa makanan yang dimakan Isonade.

Isonade
Peperangan 9 Dewa
Dalam cerita mitologi jepang perang sembilan dewa, Isonade, yang memiliki simbol elemen air, mengalami empat pertarungan; dua kali menang (melawan Kaku dan Shukaku), satu kali kalah (melawan Nekomata), dan satu kali melarikan diri (saat melawan Yamata No Orochi). Setelah pertarungan, seorang nelayan sekaligus seorang pejuang yang berani dari Yokohama, Takuma Muramasa, mendekati Isonade kemudian menyegel Samehada ke dalam alat sihir guci hiu untuk disegel di dalam kuil air. Akibatnya, Isonade tidak dapat menggunakan chakra masif sehingga tidak membahayakan manusia.


Yonbi no Sokou
Sokou (四尾 | 鼠鮫) adalah sebuah makhluk dari cerita mitologi Jepang, berbentuk ayam-setengah-ular yang konon tinggal di gunung Fuji, Jepang. Sokou memiliki empat buah ekor dan menyebarkan gas beracun disekitar tubuhnya. Awalnya, Sokou adalah ayam jantan dan ular yang menjalin kasih. Namun akibat pengaruh udara dan racun di pegunungan, kedua hewan itu menyatu dan menjadi besar. Karena berbahaya, seorang ahli ilmu iblis bernama Yamazaki Ishiro menyegel Sokou ke dalam alat dewa Kandang Bulan Berjaring di dasar gunung Fuji, Jepang. Hingga saat ini, beberapa orang masih beranggapan bahwa letusan di gunung Fuji disebabkan oleh dengkuran Sokou ketika sedang tidur.

Sokou
Peperangan 9 Dewa
Sokou bertarung 4 kali, 3 kekalahan oleh Shukaku, Kaku dan Hokou. Sokou melarikan diri ketika berhadapan dengan Raijuu. Sokou memiliki kekuatan fisik terlemah diantara Bijuu. Tingkat chakra/stamina miliknya peringkat ke-6.

Gobi no Hokou
Hokou (五尾 | 彭侯) adalah Bijuu yang berupa seperti anjing berekor lima. Setiap ekor makhluk ini merepresentasikan setiap-tiap kekuatan elemental: Api, Angin, Air, Tanah, dan Petir. Itu bisa mengakibatkan kerusakan dahsyat bila digunakan. Kemampuannya ialah menggunakan semua elemen maupun mengkombinasikannya. Setiap elemennya juga bisa menyebabkan bencana tergantung jenisnya. Hokou bermaksud menghancurkan alam untuk mendapatkan kembali lima elemen ini. Dia mengalami cedera berat ketika menantang Kyuubi berdua dengan Nekomata. Cukup aneh, dia adalah dewa ilusi. Hokou hidup di pohon besar yang sudah berumur panjang.

Hokou dalam lukisan kuno Jepang


Peperangan 9 dewa
Hokou bertarung 4 kali, 3 kali kemenangan didapat dari Sokou, Raijuu, dan Nekomata yang nanti akan menjadi sekutunya. Hokou mengalami kekalahan melawan Kyuubi, biarpun dia sudah dibantu oleh Nekomata, tetapi Kyuubi masih terlalu kuat baginya. Kekuatan fisik Hokou ada di peringkat ke 3 dan kekuatan chakra/stamina miliknya ada di peringkat ke-5.

Patung Hachiko


Jika Anda mengunjungi Shibuya, pusat perbelanjaan terpadat di Tokyo, Anda mungkin akan menemukan sebuah patung anjing di salah satu pintu keluar stasiun. Patung ini didirikan untuk mengenang Hachiko, anjing ras Akita yang sangat terkenal akan kesetiaannya.
1923. Di musim dingin yang menggigit, diantara hamparan salju di Prefektur Akita, seekor anak anjing ditinggalkan oleh pemiliknya. Profesor Hidesaburo Ueno yang menemukan anak anjing ini merasa iba, dan membawanya pulang. Anak anjing yang imut dan lucu ini benar-benar menggemaskan dan membawakan kegembiraan hati bagi Profesor Ueno. Setiap hari Profesor selalu berbagi makanan dengannya, memandikannya dan merawatnya. Profesor memberikan nama “Hachiko” kepada anak anjing ini.
Hachiko pun sangat menyukai Profesor. Pada tahun 1924, Hachiko dibawa ke Tokyo oleh Profesor Ueno, yang memang mengajar jurusan pertanian di Universitas Tokyo. Setiap hari Profesor berangkat ke kampus menggunakan densha (kereta api) dari stasiun Shibuya. Setiap hari pula Hachiko selalu menemani Profesor berangkat ke stasiun Shibuya. Setelah Profesor berangkat, Hachiko pun akan pulang ke rumah dengan sendirinya, kemudian sore harinya, datang lagi ke stasiun Shibuya untuk menunggu kepulangan Profesor. Setiap kali Profesor turun dari densha, Hachiko pun terlihat telah menunggunya. Hachiko dan Profesor kemudian akan pulang ke rumah bersama-sama.
Demikianlah hari demi hari Hachiko selalu mengantarkan dan menemani Profesor Ueno.
Suatu hari, Profesor merasa kurang sehat. Walaupun demikian, Profesor tetap berangkat mengajar seperti biasanya. Hachiko pun, seperti biasanya, menemani Profesor berangkat ke stasiun Shibuya. Ketika sedang mengajar, Profesor tiba-tiba limbung dan terjatuh. Profesor Ueno mengalami serangan stroke. Murid-murid dan staf kampus yang kaget, segera membawa Profesor ke rumah sakit. Akan tetapi, nyawa Profesor tidak tertolong lagi.
Hachiko, sore harinya, seperti biasa berangkat lagi dari rumah ke stasiun Shibuya untuk menunggu kepulangan tuannya. Akan tetapi, kali ini, diantara kerumunan orang-orang yang turun dari densha, tidak ada sang Profesor. Hachiko terus menunggu dan menunggu, berharap sosok sang Profesor akan menghampirinya, dan bersama-sama pulang ke rumah.
Siang tergantikan malam. Akan tetapi, Profesor yang ditunggu-tunggu, tidak kunjung datang. Hachiko pun pulang kembali ke rumah.
Keesokan harinya, Hachiko datang lagi ke stasiun Shibuya, menunggu kepulangan sang Profesor. Akan tetapi, lagi-lagi Profesor yang dinanti-nantikan tak kunjung tiba.
Esok harinya, Hachiko datang lagi ke stasiun dan menunggu. Esoknya lagi… dan esoknya lagi. Tidak peduli hamparan salju yang membeku di musim dingin, maupun udara musim panas yang lembab dan gerah, setiap harinya Hachiko pasti selalu datang menunggu.
Para penumpang yang mengetahui bahwa Hachiko sedang menunggu tuannya yang tidak akan pernah kembali lagi, merasa simpati dan mencoba memberitahukan, “Hachiko, tuanmu tidak akan pernah kembali lagi, tidak perlu menunggu lagi.”
Akan tetapi, Hachiko tetap menunggu. Tanpa pernah absen seharipun, selama hampir 11 tahun, Hachiko tetap menunggu…
Suatu pagi, seorang petugas stasiun menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan jalan. Anjing itu telah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaannya kepada tuannya pun terbawa sampai mati.
Warga yang mendengar kematian Hachiko pun berdatangan ke stasiun Shibuya. Mereka ingin menghormati untuk terakhir kalinya, menghormati arti dari sebuah kesetiaan yang kadang justru sulit ditemukan pada diri manusia.
Untuk mengenang Hachiko, warga pun membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Jika Anda mengunjungi Shibuya, Anda akan menemukan patung Hachiko di sisi utara stasiun Shibuya saat ini.
Sampai saat ini pun, sekitaran patung Hachiko suka dijadikan tempat janjian bertemu oleh orang-orang ataupun sepasang kekasih. Mereka berharap akan ada kesetiaan seperti yang telah dicontohkan oleh Hachiko saat mereka menunggu maupun berjanji untuk datang.
Oleh orang Jepang, Hachiko dikenang dengan sebutan 忠犬ハチ公 (Chuuken Hachiko) yang berarti “Hachiko yang setia”.
(artikel ini pernah dimuat di majalah BVD — Juni 2009)
Patung Hachiko di dekat Stasiun Shibuya, Tokyo
Patung Hachiko di dekat Stasiun Shibuya, Tokyo